CORE Indonesia: Ekonomi RI Diproyeksi Minus hingga Akhir 2020

NAFAZNEWS.COM - Perekonomian Indonesia kini berada di ambang resesi, setelah pada kuartal II-2020 ekonomi tumbuh negatif 5,32 persen. Kinerja negatif ini diperkirakan pemerintah akan berlanjut di kuartal III-2020.

Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal menproyeksikan, pertumbuhan negatif produk domestik bruto (PDB) masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Oleh karenanya, resesi sudah semakin nyata dihadapi oleh perekonomian nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun yakni kuartal III dan kuartal IV diprediksi masih akan negatif tapi lebih dangkal dibanding kuartal II," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

Meski sudah dapat dipastikan Indonesia masuk ke dalam jurang resesi, Faisal meminta agar masyarakat tidak terfokus pada status tersebut. Menurutnya, tidak semua resesi memiliki konotasi negatif.

"Ada resesi yang tren baik, pengamatan kami, ini walau kontraksi dua kuartal ke depan, kontraksinya sudah semakin lama, semakin reda," katanya.

Berdasarkan perhitungan yang ia lakukan, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini akan sangat bergantung terhadap kecepatan penanganan Covid-19.

CORE Indonesia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sekitar -1,5 persen sampai -3 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Faisal menyarankan agar jangan terlalu fokus pada defisit dari resesi, melainkan bagaimana Indonesia bisa meredam dampak Covid-19 agar pemulihan akan semakin cepat.

"Sehingga tahun 2021 saya prediksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh positif. Ini juga bergantung seberapa cepat penanganannya," ucapnya.
 

Sumber Berita: kompas.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post