Diduga Lagi Hamil, Wanita Muda Nekat Gantung Diri di Rumah Calon Mertua, Katanya Gegara Surat Nikah Tak Selesai

Petugas saat memeriksa jenazah korban di lokasi. (ist/metro24jam.com)
NAFAZNEWS.COM - Hanya karena persoalan sepele, wanita hamil nekat gantung diri, padahal sebentar lagi mau menikah.

Diketahui, seorang wanita berinisial IPS Boru Purba (24), yang kabarnya sedang hamil muda ditemukan tewas di Jalan Bunga Turi I, Gang Eka, Lingkungan 1, Kelurahan Sidomulyo, Medan Tuntungan, Minggu (27/9/2020) sekira pukul 17.00 Wib.

Perempuan yang beralamat di Lorong Sekolah, Lingkungan 1, Kelurahan Simpang Kantor, Medan Labuhan tersebut diduga mengakhiri hidup di rumah calon mertua (Camer)-nya bermarga Sembiring, lantaran frustrasi.

Terkait hak itu, Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap, melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik mengatakan, wanita itu diduga mengakhiri hidupnya dengan sehelai kain panjang.

Begitu mendapat laporan, Personel Polsek Delitua langsung bergerak ke lokasi temuan begitu menerima informasi tentang adanya perempuan yang diduga bunuh diri, setelah berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Medan.

"Saat kita sampai di sana, jenazah sudah diturunkan dan kain yang digunakan korban untuk gantung diri juga sudah dilepas," katanya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi termasuk kepala lingkungan setempat.

"Menurut pengakuan saksi Thania Br Sagala yang pertama kali menemukan korban, saat itu ia ingin mengajak korban makan, karena menurut calon suaminya, korban sudah dua hari tak mau makan," urai Manik.

Namun saat Thania masuk ke dalam kamar, ia Boru Purba sudah dalam keadaan tergantung. Thania kemudian memanggil calon ibu mertua IPS di ruang tamu lalu mengabarkan kejadian itu kepada sang calon suami RPA Sembiring.

RPA yang tiba di rumah tersebut tak lama kemudian langsung menurunkan tubuh IPS lalu membuka kain yang melilit di leher kekasihnya itu. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan setempat dan kemudian diteruskan ke Polsek Delitua.

"Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban, hanya ciri-ciri orang gantung diri terlihat, seperti keluarnya cairan dari kemaluan dan lidah menjulur," jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, IPS diduga mengakhiri hidupnya karena frustasi dan kecewa akibat surat-surat dan persyaratan untuk menikah dengan kekasihnya tak kunjung selesai.

"Korban saat meninggal dunia dalam kondisi hamil 4 minggu. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban kita bawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan otopsi pada hari ini, Selasa (28/9/2020)," pungkas Martua Manik. 

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post