Kerap Ditantang di Medsos, Istri TNI Ini Melaporkan IRT Cantik ke Polisi

Istri Perwira TNI Simone Christine melaporkan seorang ibu rumah tangga di Denpasar karena menyebut 'monyet' di facebook. (Foto : Dewi Umaryati)
NAFAZNEWS.COM - Berhati-hati bermain media sosial agar dapat menggunakannya dengan bijak jika tak ingin diproses hukum. Di Denpasar, seorang ibu rumah tangga bernama Linda Fitria Paruntu (36) harus duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, setelah dilaporkan istri anggota TNI atas kasus ujaran kebencian.

Korban bernama Simone Christine pada 2019 lalu melaporkan seorang wali murid di SD tempat anaknya sekolah, karena mengunggah kata yang menyinggung.

"Saya melaporkan terdakwa karena untuk memenuhi permintaan dia yang terus menantang minta dilaporkan," kata Christine saat ditemui di PN Denpasar, Selasa (29/9/2020).

Menurut korban, terdakwa Linda kerap mengolok dirinya di media sosial dengan sebutan yang tidak pantas jika dilihat orang banyak.

"Mungkin kalau permintaan dilaporkan hanya sekali saya anggap dia emosi. Dua kali mungkin dia masih berkeras. Tapi kalau sudah 12 kali, berarti memang dia yang minta dilaporkan ke polisi. Saya wujudkan impiannya itu," kata Christine lagi.

Ini Video Pengakuan Iwan: Diberi Uang Kivlan Zen Rp150 Juta untuk Beli Senjata Bunuh Empat Tokoh

Sebelum melaporkan ke Polda Bali, Christine mengaku telah berkonsultasi dengan sang suami yang kini berdinas di Mabes TNI.

Perilaku terdakwa tak hanya diarahkan pada korban, tetapi juga kerap menyinggung sebagai istri tentara dan mengusik institusi kedinasan suami korban.

"Saya melihat terdakwa tidak memiliki iktikad baik untuk minta maaf. Kalau misalnya dia minta maaf, saya akan maafkan orangnya bukan perbuatannya karena jejak digital tidak bisa dihapus," katanya.

Dia mengaku, sebagai orang dewasa seharusnya berpikir ulang sebelum mengunggah status di media sosial.

"Kenapa setelah proses hukum berjalan, terdakwa baru berpikir bahwa dia seorang ibu dengan lima anak. Kemarin waktu menghina-hina orang kok ga mikir," katanya seperti dikutip dari laman INews.id.

Christine berharap dengan tuntutan hukuman 1,5 tahun dari jaksa penuntut umum (JPU), semakin membuat terdakwa menjadi lebih dewasa.

"Saya sebagai korban menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Semoga terdakwa menjadi lebih baik," harapnya.


Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post