Demi Menjadi Tentara, Sulkifli Tempuh 17 Km Jalur Laut

NAFAZNEWS.COM - Namanya Sulkifli. Satu dari ratusan ribu anak bangsa di Indonesia ini jadi perhatian. Dia adalah calon prajurit TNI AL di Kota Makassar.

Celana kain hitam, kemeja putih polos dan kepala plontos, adalah syarat utama selama tes demi lulus menjadi aparat penjaga NKRI ini.

Sul, sapaan akrabnya, rela menempuh jarak sejauh 17 kilometer menggunakan jalur laut, dari Desa Bontomatenne, Kabupaten Maros ke dermaga Layang Mako Lantamal VI.

Bukan naik kapal komersil. Melainkan sebuah kapal kecil jenis tradisional yang ia gunakan, selama menjalani seleksi abdi negara.

Seleksi itu digelar setiap hari mulai pagi hari. Otomatis, Sul mesti berangkat dari rumahnya mulai pagi buta, agar tidak terlambat sampai di Mako Lantamal Makassar.

Jika dibandingkan dengan jalur darat, Sul mesti berpikir karena memakan waktu yang sangat lama, dan mengancam dirinya bakal gugur.

Jalur laut menjadi satu-satunya jalan. Selain hemat dari segi ekonomi, juga sehat bagi kesehatan. Karena terus menerus mendayung kapal dari kampung halamannya itu.

"Kalau dengan menggunakan perahu saya bisa lebih cepat sampai di Lantamal VI dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam saja," kata Sul, saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2020).

Hanya sebuah perahu kecil inilah yang menemani dirinya selama menjalani tes. Mulai dari pagi hingga sore hari dan pulang di malam hari.

Untuk itu, remaja berusia 18 tahun ini menyandarkan perahunya itu di dermaga Lantamal VI, agar kembali dia pakai saat hendak pulang.

Baginya, menjadi seorang prajurit TNI adalah yang dia dambakan sejak kecil. Membela negara demi NKRI dan Pancasila adalah harga mati.

"Saya ingin mengabdi kepada negara melalui laut dan juga untuk membanggakan kedua orang tua di kampung, yang kebetulan di di sana (kampung) belum ada yang menjadi seorang Prajurit TNI AL", ujarnya seperti dikutip dari laman fajar.co.id.

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post