Fahri Hamzah: Pak Jokowi Nggak Harus Terpilih Lagi Kan? Terusin Dong, Kondolidasi dan Rekonsiliasinya...

NAFAZNEWS.COM -  Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah mengaku bingung. Di tengah kondisi dunia yang sedang kacau seperti saat ini, masih terjadi 'pertengkaran' di Tanah Air.

Disebutkan dia, sampai hari ini masih ada orang dituduh nggak pancasila,  masih ada orang yang dituduh niat mau macam-macam, termasuk tudingan, mendirikan khalifah.

Padahal, saat ini dunia sedang menghadapi tantangan Covid-19 dan ancaman kebangkrutan.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi salah seorang nara sumber dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne, Selasa (3/11/2020) malam lalu.

''Saya itu bingung Bang Karni, kok apa yang membuat kita masih bertengkar sekarang ini. Dunia ini lagi kacau, ada Covid, dimana-mana perusahaan perusahan besar bankrut, perusahaan besar tutup, pengangguran dimana-mana. Pemerintah ingin bikin Undang Undang Cipta Lapangan Kerja, siapa yang nggak pingin kerja, tapi marah rakyatnya. Dan tidak ada pun juru bicaranya yang bicara yang baik bahwa ini sebenarnya baik bagi kita, karena ada hal-hal yang kita tidak bicara jujur dari awal,'' kata dia.

Dilanjutkan Fahri, ''Kenapa sih kita tak bisa bicara jujur sekarang ini, kita takut apa sih? pemerintah sudah Konsolidasi, pemilu sudah selesai,''  gugah Fahri.

Situasi di Indonesia, disebutkan dia, berbeda dengan di Amerika Serikat. ''Kacau Amerika itu, karena Covid itu datang ketika Trump harus terpilih lagi,'' imbuhnya.

''Pak Jokowi kan nggak harus terpilih lagi kan? dia sudah ajak mengajak pak Ma'ruf ketua Majelis Ulama, koleganya Pak Tengku. Dia sudah ngajak pak Prabowo, musuhnya dalam pilpres. Harusnya diterusin dong rekonsiliasi dan konsolidasinya. Kita tak perlu berantem dong. Apalagi kemudian berantem hal-hal yang cemen,'' tegas mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Fahri juga mengaku heran, ''Kenapa nggak semua ini pengen nolong pak Jokowi untuk berakhir dengan baik?''

Padahal, sebut dia, sat ini, adalah waktunya rekonsiliasi.

''Ini ada problem dalam konsolidasi demokrasi kita, konsolidasi legal kita, habis itu kita perbaiki iklim, seluruh apa namanya,lembaga-lembaga negara, supaya dunia melihat, di tempat lain ada kekacauan, kok di indonesia damai, ayo taruh uang di Indonesia yuk, supaya kita inves sama-sama di Indonesia, nggak ada upaya begitu,'' sebut dia lagi.

Dikatakan Fahri, pemerintah  sebenarnya punya power yang sangat besar untuk melakukan rekonsiliasi dan itu, menurut dia sudah dilakukan. Namun dia melihat seperti ada yang terus mendorong untuk terus bertengkar.  

''Saya kebetulan ketemu Pak Jokowi sebelum Pak Prabowo masuk, dan saya katakan kepada beliau, Pak Bagus kalau pada periode terakhir ini Bapak rekonsiliasi, tapi ada terus yang menyuruh dia berantem dan menjadi bagian dari pertengkaran, itu juga saya heran tuh,'' kata Fahri.

''Ya Sudah lah, kalau kita mau debat itu debat yang substantif untuk kebaikan bersama dong,'' ajak dia.

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post