Si Cantik Emy Listiani Dibunuh karena Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Apa Benar?

NAFAZNEWS.COM - Meski pelaku sudah ditangkap, namun polisi belum membeberkan motif sebenarnya pelaku berinisial AS (36) tega menghabisi nyawa Emy Listiani (26).

Namun ada dugaan kalau hal ini dilakukan pelaku karena cintanya bertepuk sebelah tangan, apalagi diketahui korban akan segera melangsungkan pernikahan.

Dikutip dari UNGARANNEWS.COM, menyebutkan kalau pembunuhan tersebut diduga dilatari karena tersangka diam-diam memendam cinta terhadap korban yang juga seorang pendaki gunung ini.
Sayangnya, perasaan cinta pelaku tak berbalas, aliasa cinta bertepuk sebelah tangan.

"Keduanya dulu ada hubungan, kalau belakangan kita tidak tahu. Kabarnya korban mau menikah bulan Desember besok dengan lelaki lain," tutur warga Ungaran Barat yang kenal tersangka, enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, terkait rencana korban menikah dibenarkan ibundanya, Siti Sakdiah (47), menurutnya, Emy rencana akan menikah 13 Desember 2020 mendatang. Semua persiapan sudah dilakukan.

"Cetak undangan sudah. DP katering dan dekorasi sudah dibayar. Suvenir dan APD juga sudah. Tadi uangnya dikembalikan semua," terangnya kepada wartawan.

Siti membeberkan, putrinya akan menikah dengan kekasihnya bernama Ibnu Rosikin, warga Kandri, Gunungpati. Ibnu bekerja sebagai satpam di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes).

"Sudah dua tahun menjalin hubungan. Dia (Ibnu) juga masih shock. Saya kasihan," ujarnya.

Ia mengaku bertemu terakhir putrinya Kamis (12/11/2020) pagi sekitar pukul 07.00 ketika berangkat kerja. Emy bekerja di katering Restu Ibu, Susukan, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ketika pulang bekerja, Emy berpamitan kepada rekan-rekannya dan atasannya. Ia bilang tidak kembali bekerja dengan alasan akan fokus ke persiapan pernikahan.

"Bilangnya besok Sabtu mau prewedding. Baju pengantinnya dibawa di jok motor," jelasnya.

Diberitakan  sebelumnya, seorang wanita muda ditemukan tewas di semak-semak kawasan Jalan Pramuka yang masuk Kelurahan Sumurejo, Gunungpati Kota Semarang, Jum'at (13/11/2020). Posisi mayat korban mengenakan jaket warna ungu tertelungkup.

Awalnya diduga laka lantas, namun setelah penyelidikan ditemukan ada kejanggalan, motor korban tidak mengalami kerusakan, dan kunci kontaknya dalam posisi off. Setelah diperiksa handphone (HP) milik korban diketahui hilang, hingga hasil penyidikan mengarah kepada tersangka AS. 



Sumber: Ungarannews.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post