Diduga Jadi Mata-mata China, Wanita Cantik Ini 'Jebak' Para Politisi Amerika Hubungan Seks

NAFAZNEWS.COM - Tak cuma di film, aksi mata-mata juga ada dalam dunia nyata, seperti yang dilakukan China kepada Amerika, diduga seorang wanita dijadikan mata-mata oleh negeri tirai bambu itu.

Ceritanya, mata-mata asal China diduga menjebak beberapa wali kota Amerika Serikat dan para politisi nasional, termasuk anggota kongres, dengan hubungan seks.  

Wanita mata-mata yang dicurigai menjebak targetnya dengan hubungan seks itu bernama Fang Fang atau Christine Fang, dalam laporan yang diterbitkan oleh Axios pada Selasa (8/12/2020).

Satu tahun lamanya penyelidikan mengklaim "agen intelijen" itu memiliki hubungan romantis bahkan seksual dengan setidaknya 2 wali kota dari Midwest.

Salah satu pertemuan Fang dengan targetnya diduga terjadi di dalam mobil, yang melibatkan salah satu wali kota dari Ohio, seperti yang dilansir dari Mirror pada Selasa(8/12/2020).
Fang dilaporkan mengatakan dia tertarik pada politikus dari Ohio tersebut karena dia ingin meningkatkan bahasa Inggrisnya.

Wanita itu juga diduga telah memiliki hubungan dengan anggota kongres, Eric Swalwell, yang dilaporkan membantu mengumpulkan dana untuk politisi tersebut.

Partai Demokrat mengatakan kepada The Sun, "Swalwell (dari Demokrat), dulu sekali pernah memberikan informasi tentang orang ini (Fang Fang) kepada FBI. Mereka bertemu lebih dari 8 tahun lalu dan tidak bertemu lagi hampir 6 tahun."

"Untuk melindungi informasi yang mungkin diklasifikasi, dia (Swalwell) tidak akan bercerita kepada Anda," tambahnya kepada The Sun.

Namun, pihak Demokrat mengatakan bahwa tidak ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Swalwell, atau memiliki hubungan seksual dengan Fang.

Fang diduga juga telah menggalang dana untuk anggota kongres Tulsi Gabbard. Dari pihak Gabbard juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa tidak ada kesan ia melakukan kesalahan dan menyatakan tidak memiliki hubungan seksual dengan Fang.

Fang dilaporkan terdaftar di universitas Cal State East Bay pada 2011 dan berusia akhir 20-an atau awal 30-an.

Menurut laporan dari Axios, bahwa diyakini Fang memiliki kontak rutin dengan tersangka petugas keamanan negara China di bawah perlindungan diplomatik di konsulat San Francisco.

Meskipun demikian, pejabat intelijen AS mengatakan percaya bahwa dalangnya dari aksi Fang berada di China. Fang melarikan diri dari AS pada pertengahan 2015 saat sedang diselidiki pihak berwenang. 




Sumber: Kompas.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close