Kasus Covid-19 Melonjak, Menteri Kesehatan Diberhentikan

NAFAZNEWS.COM -  Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mencopot Park Neung-hoo dari jabatan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel.  

Dikutip dari Korea Times (5/12/2020) sebagai gantinya, Presiden Moon menunjuk Kwon Deok-Cheol, kepala Institut Pengembangan Industri Kesehatan Korea Selatan sebagai Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan yang baru.  

Pergantian ini diduga berkaitan dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Korea Selatan dalam beberapa waktu terakhir.  

Corona Korea Selatan saat ini mengalami lonjakan gelombang ketiga virus corona.

Tren kasus infeksi di Negeri Ginseng itu masih mengalami tren kenaikkan.  
Sejak pekan ketiga November 2020, Korsel mengalami lonjakan kasus infeksi yang jumlahnya menyamai kasus di akhir Februari dan awal bulan Maret.

Yaitu saat Korsel mengalami puncak gelombang pertama Covid-19.  

Dikutip dari rekap Worldometers (5/12/2020), Korsel saat ini melaporkan total 36.915 kasus infeksi virus corona.  

Jumlah kematian di negara itu karena Covid-19 berjumlah 540 orang dan pasien yang sembuh berjumlah 28. 917 orang.  

Park Neung-hoo yang lahir pada 24 Juni 1956, menjabat Menteri Kesehatan Korsel sejak Juli 2017.
Lulusan Master Ilmu Politik dari Universitas Nasional Seoul itu sebelumnya menjabat Anggota Komite Keamanan Mata Pencaharian Pusat, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.

Pria yang memiliki gelar Ph.D dalam bidang Kesejahteraan Sosial, Universitas California, Berkeley, UC Berkeley itu juga mengajar sebagai profesor di Departemen Kesejahteraan Sosial, Universitas Kyunggi.

Kwon Deok-cheo

Sementara Kwon Deok-cheo sebelumnya pernah ditunjuk Moon sebagai wakil menteri kesehatan dan kesejahteraan, dan mempromosikannya dari jabatan asisten menteri perencanaan dan koordinasi.

Dikutip dari koreabiomed, Kwon lahir di Namwon, Provinsi Jeolla Utara, dan lulus dari Universitas Sungkyunkwan dan mendapatkan gelar master dan doktoralnya di Universitas Speyer di Jerman.
Setelah lulus ujian negara bagian ke-31 untuk pegawai negeri, ia menjabat sebagai direktur jenderal di berbagai biro kementerian.
Termasuk menangani kebijakan pengasuhan anak, kebijakan kesejahteraan, dan kebijakan perawatan kesehatan.

Kwon dianggap kompeten menggantikan menteri sebelumnya karena pernah menempati berbagai posisi di Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan.

Sementara Park, selain kasus Covid-19 yang masih belum terkendali, juga karena dianggap melakukan kesalahan terkait penanganan vaksin Covid-19.  
Park pun bertikai terkait dengan urusan peningkatan kuota masuk sekolah kedokteran.

Selain jabatan Menteri Kesehatan, dilansir dari yna.co.kr (04/12/2020), beberapa pos menteri yang diganti adalah Menteri Pertanahan dan Transportasi, Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga, Menteri Urusan Dalam Negeri, serta Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan.




Sumber: Kompas.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close