Misteri 20 Detik di Balik Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

 


Pesawat berkode penerbangan SJY 182 dengan 63 penumpang itu hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB. Pesawat diduga kehilangan tenaga setelah naik di ketinggian 10 ribu feet.


20 Detik kemudian pesawat mengalami stall dan jatuh di laut. Itulah misteri yang bisa saja akan diungkap oleh KNKT.


Berikut data dan fakta yang bisa dirangkum dalam mengungkap misteri 20 detik itu yang dikutip dari rri.co.id.


• Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJY 182 menggunakan pesawat Boeing 737-500. Pesawat ini ditenagai dua mesin CFM56-3C1 besutan CFMI. Yaitu perusahaan milik bersama Safran Aircraft Engine dari Prancis dan GE Aviation dari Amerika Serikat


• Pesawat Boeing 737-500 yang digunakan di penerbangan ini diketahui terbang perdana pada 13 Mei 1994. Sejatinya pesawat berkapasitas maksimal 112 penumpang.


Kronologi :


• Pukul 13.25 WIB Karena cuaca buruk penerbangan ditunda selama sekitar satu jam.


• Pukul 14.36 take off dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta.


• Pukul 14.37 WIB, pesawat melewati ketinggian 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta approachpesawat. Mereka minta izin menambah ketinggian menuju ketinggian jelajah 29.000 feet


• Pukul 14.40 Menara pengatur lalu lintas penerbangan (ATC) Jakarta melihat arah penerbangan pesawat bukan 0,75 derajat mengarah ke barat laut. Seharusnya bila menuju Pontianak.


• Tidak ada komunikasi dari pilot ke menara kendali penerbangan (ATC) di Bandara Soekarno Hatta terkait penurunan ketinggian terbang. Termasuk di detik-detik terakhir sebelum hilang dari radar.


• Menurut data penerbangan, pesawat tiba-tiba jatuh dari ketinggian 10.000 kaki ke permukaan laut dalam waktu sekitar 60 detik.


• Pada 14:39 pesawat jatuh dari ketinggian 10.000 kaki dan pada 14:40 kontak dengan pesawat hilang. Tingkat penurunan puncaknya tercatat pada -30.730 kaki per menit


• Pesawat mengangkut 43 penumpang dewasa, 7 penumpang anak, 3 penumpang bayi, dan 12 kru pesawat. Rinciannya, enam orang kru aktif dan enam orang extra crew yang duduk di kursi penumpang.


Inilah 20 detik terakhir


• Penurunan ketinggian dan kecepatan pesawat hingga hilang kontak sempat melalui fase landai. Tiba-tiba kecepatan melonjak tinggi saat ketinggian makin rendah.


• Keanehan perilaku pesawat mulai terlihat setelah pukul 14:40:05 WIB.


• Pada waktu itu, ketinggian pesawat adalah 10.900 feet, dengan kecepatan 287 knot atau 530,9 Km/jam. Ketinggian dan kecepatan ini sudah dicapai tiga detik sebelumnya.


• Pukul 14:40:09, ketinggian turun ke 10.725 feet tetapi kecepatan masih sama.


• Penurunan ketinggian berlanjut ke posisi 8.950 feet dan kecepatan mulai turun ke 224 knot. Lalu turun lagi ke 8.125 feet dan kecepatan 192 knot. Pesawat seperti kehilangan tenaga.


• Ketinggian terus turun sampai 5.400 feet dan kecepatan turun pula hingga 115 feet.


• Pesawat penurunan ketinggian tiba-tiba pada pukul 14.40:27, ketika ketinggian terpantau radar tinggal 250 meter tetapi kecepatannya melejit hingga ke 359 knot.


• Dalam kasus-kasus insiden penerbangan yang melibatkan stall, moncong pesawat mengangkat ke atas bahkan bisa tegak lurus ke atas.


• Regulasi penerbangan mengatur ketinggian di bawah 10.000 feet tidak boleh di atas 250 knot. Artinya, ketika ketinggian berkurang dari 10.000 feet, kecepatan pun harus diturunkan.




sumber: www.antvklik.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close