-->

Type something and hit enter

author photo
By On


 NAFAZNEWS.COM - Dari Sayyidina Abu Ubaidah ra berkata, "Aku mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda, puasa adalah perisai selama dia tidak memecahkannya." (HR Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dari kitab At-Targib).


Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal mengatakan maksud perisai adalah pelindung diri dari musuh. Begitu pula orang yang berpuasa, yang melindungi diri dengan puasanya dari musuh, yaitu setan.


Dalam hadits-hadits lain diberitakan bahwa puasa dapat menyelamatkan pelakunya dari azab Allah SWT. Riwayat lain menyebutkan bahwa puasa dapat menjaga seseorang dari api neraka.


Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Baginda Nabi SAW "Apakah yang menyebabkan puasa rusak?" Beliau menjawab, "Berdusta dan membicarakan keburukan orang."


Syekh Maulana Muhammad Zakaria mengatakan jika dihubungkan dengan hadits-hadits lain, kedua hadits di atas sebenarnya menekankan kepada kita agar menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan puasa menjadi sia-sia. Kini, kita senang menghabiskan waktu dengan omong kosong.


"Sebagian ulama berpendapat bahwa berbohong dan membicarakan keburukan orang lain adalah perkara yang membatalkan puasa sebagaimana makan dan minum," katanya.


Namun, sebagian besar ulama berpendapat bahwa hal itu hanya menghilangkan keberkahan puasa tetapi tidak membatalkannya. Tidak seorang ulama pun yang menentang pendapat ini (hilangnya keberkahan puasa).





Sumber : republika.co.id/

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment