-->

Type something and hit enter

By On

 

Mahfud MD:

NAFAZNEWS.COM- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyebut bahwa Indonesia tetap mengalami kemajuan meski marak kasus korupsi.


Pernyataan ini Mahfud sampaikan saat menjadi key-note speaker di acara Tadarus Demokrasi yang diselenggarakan oleh MMD Institute, Sabtu 1 Mei 2021.


Dalam acara tersebut, Mahfud sempat menyinggung perihal angka kemiskinan Indonesia selama bertahun-tahun sejak kemerdekaan hingga saat ini.


Mahfud berkata sebelum kemerdekaan diproklamirkan, bangsa Indonesia saat itu cukup miskin.


"Setelah Indonesia merdeka dan Bung Karno memerintah sampai tahun 1966 itu kemiskinan berkurang," ujar Mahfud.


Kemudian pada pemerintahan era orde baru yang dipimpin oleh presiden Soeharto, kemiskinan di Indonesia turun menjadi 18%.


Hingga saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin, angka kemiskinan di Indonesia turun hingga 11,7-11,9%.


"Nah pada saat Pak Jokowi memerintah 5 tahun pertama, angka kemiskinan turun menjadi 9,1 persen," kata Mahfud MD.


Namun, kata Mahfud, pada periode kedua dengan perkara Covid-19, kemiskinan Indonesia naik hingga 9,7 persen.


Meskipun begitu, menurut Mahfud hal ini menujukkan bahwa bangsa Indonesia mengalami kemajuan.


Meski banyaknya kasus korupsi, secara data statistik Indonesia tetap bisa maju.


"Artinya apa? Ada kemajuan meskipun banyak korupsinya. Karena negara Indonesia ini kaya raya kalaupun dikelola meskipun secara koruptif itu manfaatnya tetap banyak bagi rakyat," ujar Mahfud.


Lebih lanjut, Mahfud mengatakan akan lebih baik lagi jika korupsi tidak ada, bangsa ini akan jauh lebih maju.


"Apalagi kalau dikelolanya nanti secara bersih dari korupsi," imbuhnya.


SUMBER terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment