-->

Type something and hit enter

By On

 

Pegiat media sosial, Denny Siregar

NAFAZNEWS.COM - Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal perempuan yang dilaporkan karena dianggap menghina almarhum Tengku Zulkarnain.


Denny Siregar mempertanyakan dasar hukum dari pelaporan tersebut. Menurutnya, pasal penghinaan dan pasal penistaan agama sama-sams tak sesuai.


'Ini dasar hukum melaporkannya apa ya ? Kalau dibilang penghinaan, harusnya Tengku Zul melapor. Tapi kan dia sudah meninggal?" kata Denny melalui akun Twitter-nya pada Jumat, 14 Mei 2021.


"Kalau dibilang penistaan agama, emang Tengku Zul adalah simbol agama gitu, seperti Nabi? Gak paham gua," tambahnya.


Sebelumnya, seorang wanita bernama Ni Putu Rediyanti Shinta yang berprofesi sebagai Notaris di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan karena diduga telah melakukan penistaan terhadap ulama. 


Pada unggahan status Facebooknya, Rediyanti Shinta diduga menyinggung sosok Almarhum Tengku Zulkarnain yang baru saja meninggal dunia.


"Syukurlah satu persatu perusuh bangsa tersingkirkan. Entah wafat atau dipenjara,” tulis Rediyanti Shinta.


“Yang wafat akhirnya ketemu deh sama ribuan bidadari surganya,” sambungnya.


Atas postingannya itu, Rediyanti Shinta dilaporkan oleh anggota LSM Kasta NTB bernama Wink Haris beserta beberapa anggota lainnya ke Polda NTB pada Rabu, 12 Mei 2021.


Ia dilaporkan atas dugaan tindak pidana sebagai mana diatur Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 


Adapun bunyi pasal tersebut yakni: "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."


Untuk diketahui, Rediyanti Shinta sebagai terlapor telah meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menyinggung tersebut.


"Dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin terkait adanya kekhilafan dan kesalahan saya sebagai manusia biasa, berkenaan dengan postingan di media sosial, dalam hal ini adalah Facebook," kata Rediyanti.


"Demi Tuhan, saya sama sekali tidak mempunyai niat untuk mendiskreditkan pihak siapapun terutama sekali kepada para kiai, ulama, tokoh masyarakat sehingga telah mencederai perasaan umat islam," tambahnya.



sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment