-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On



NAFAZNEWS.COMAurel (11 bocah) hanya bisa menangis saat berada di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (30/6/2021). 

Sepanjang malam hingga Rabu pagi, Aurel tak henti-henti memanggil ayahnya, kakeknya, neneknya, kakaknya, adiknya.

Aurel adalah salah satu korban selamat Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee, yang tenggelam Perairan Selat Bali, Selasa malam (29/6/2021). 

Ia berangkat bersama keluarganya, namun hanya ia sendiri, setidaknya sejauh ini, yang selamat.

Ayahnya, Robi; neneknya, Sri Rahayu; kakeknya, Sutarji; kakaknya, Ayu Azwa; dan adiknya, Alicia; semuanya masih belum ditemukan.

Sejumlah penumpang lain yang juga selamat mencoba menenangkan Aurel, dan meyakinkannya bahwa keluarganya akan segera ditemukan dalam keadaan selamat. 

Seperti diketahui, KMP atau Kapal Feri Yunicee tenggalam pada Selasa malam sekitar pukul 19.30 WITA di sebelah utara lampu merah Gilimanuk.

KMP Yunicee bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan ASDP Gilimanuk pada Selasa sore.
Saat mengantre untuk bersandar di Pelabuhan ASDP Gilimanuk, kapal tersebut terseret ombak besar ke arah selatan.

Diduga lantaran kehilangan keseimbangan, kapal miring ke kiri hingga akhirnya tenggalam. Beban dalam kapal membuat kapal tersebut tenggelam cukup cepat, sekitar 5 menit.

Dikutip dari laman indozone.id, Kepala Basarnas Bali Gede Darmada mengatakan, data manifes kapal tersebut membawa 41 penumpang, 13 ABK, dan 3 orang petugas kantin (total 57 orang).

Namun, kapal tersebut kelebihan muatan. Hal itu dibuktikan dengan jumlah korban yang sudah dievakuasi, mencapai 59 orang. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah korban yang masih belum ditemukan sebanyak 6 orang.

Untuk jumlah korban meninggal dunia, hingga berita ini ditayangkan ada 7 orang, sementara korban selamat ada 44 orang.


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment