-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COMBeberapa waktu lalu, terjadi kasus penganiayaan dan penyekapan seorang mahasiswi Universitas Pattimura (Unpatti) berinisial F (19) yang dilakukan oleh oknum dosen.

Terbaru, kini terungkap fakta lain terkait kasus penganiayaan dan penyekapan mahasiswi tersebut.

Dalam pengakuannya, F mengungkapkan dirinya tak hanya dianiaya oleh oknum dosennya, Olivia Rumlus, dan anaknya, Andre Rumlus. Namun, ternyata ada tiga pelaku yang menganiaya dirinya hingga babak belur.

Dilansir dari Tribun Ambon pada Rabu, 30 Juni 2021, hal itu diungkapkan oleh F saat ditemui di rumahnya di kawasan Pokam Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, pada Selasa kemarin.

F mengungkapkan bahwa aksi penganiayaan dan penyekapan tersebut dilakukan di rumah pelaku di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon pada Jumat, 25 Juni 2021.

Mulanya beredar kabar bahwa F dianiaya oleh dua pelaku yang berstatus sebagai ibu dan anak laki-lakinya. Namun, dalam pengakuan terbarunya, F tak hanya dianiaya oleh Olivia dan Andre.

Ia mengalami tindakan kekerasan oleh lebih dari tiga orang. Diduga, ada pula keterlibatan sejumlah kerabat tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unpatti, tempat Olivia bekerja.

F yang semula dianiaya di rumah pelaku di Desa Pesso, dipaksa dibawa ke rumah kerabat pelaku. Di lokasi tersebut, F mengaku dipukul di bagian kepalanya oleh sejumlah orang.

"Selain Ibu Rumlus dan anaknya, ada beberapa orang lagi yang jelas lebih dari tiga orang yang melakukan penganiayaan kepada saya," ungkap korban di kediamannya, Kawasan Poka, Teluk Ambon, Kota Ambon.

F mengaku tak terlalu mengingat pasti berapa jumlah orang yang menganiayanya. Pasalnya, saat itu ia hanya bisa terdiam dan merasa ketakutan.

"Kemudian saya digiring menuju rumah kerabatnya dan di rumah tersebut ada beberapa orang lagi," tuturnya.

"Saya tidak ingat siapa dan berapa jumlahnya, bahkan ada yang langsung memukul saya di bagian kepala."

F kini mengaku mengalami trauma seusai mengalami penganiayaan tersebut. Menurut pengakuannya, ia disekap karena dituduh menyembunyikan anak perempuan Olivia berinisial GR (16).

GR dan F memang bersahabat dan kerap bertukar cerita. F mengaku sudah enam bulan bersahabat dengan GR.

GR sendiri sering menceritakan soal keresahannya terkait pacar hingga permasalahan keluarganya kepada F.

"Dia sering cerita mengenai pacar dan keluarganya, dia merasa tidak nyaman di rumah."

Selain itu, menurut pengakuan F, GR sering meninggalkan rumahnya tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Beberapa kali dia pergi meninggalkan rumahnya dan saya ditugaskan ibunya untuk mencari dan mengantarnya pulang ke rumah."

Dalam pengakuan F, sebelum kejadian penganiayaan itu, ia pernah diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak berkomunikasi lagi dengan GR.

Pembuatan surat pernyataan tersebut juga disaksikan langsung oleh pihak kepolisian. Sejak saat itu, F pun tidak lagi berhubungan dengan GR.

Namun, F malah mengalami penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh oknum dosen Unpatti pada Jumat malam, 25 Juni 2021 lantaran dituding menyembunyikan GR.

Pihak keluarga korban kini telah melaporkan penganiayaan dan penyekapan tersebut ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, tepatnya pada Senin malam lalu, 28 Juni 2021.



Sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment