-->

Type something and hit enter

author photo
By On


NAFAZNEWS.COM - Terkait beredarnya video sejumlah murid SD menyeberangi sungai menggunakan keranjang pengangkut buah sawit, Kepala Desa Kuntu Turoba, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Asril Bakar memberikan penjelasan. 


Dia membantah kalau keranjang di atas sungai yang digunakan ketiga bocah bergelantungan sebagai alat penyeberangan manusia.


"Itu keranjang pengangkut buah sawit dari kebun ke truk saat panen. Digunakan anak-anak main-main, yang kebetukan mereka pakai seragam sekolah" tuturnya dilansir dari riauterkini.com.


Dijelaskan Asril, lokasi anak-anak bermain itu memang masih masuk wilayah desanya, namun tempatnya jauh dari desa. 


Di kawasan pengembangan desa yang berjarak sekitar 5 kilometer. 


Kawasan itu merupakan perkebunan kelapa sawit mandiri mayarakat. Tidak banyak warga yang tinggal atau bermukim di sana.


Lebih lanjut Asril menjelaskan, bahwa Sungai Geringging yang dilintasi keranjang pengangkut sawit itu bukan sungai besar. Airnya tak dalam dan juga tak deras. 


Dalam kondisi normal, biasa diseberangi dengan sepeda motor atau jalan kaki. 


Karena itu ia menegaskan bahwa anak-anak itu sedang bermain, bukan karena keadaan terpaksa membahayakan diri untuk menyeberangi sungai demi berangkat sekolah.


"Sekarang banyak warga yang sengaja datang ke sana, termasuk ibu-ibu bermain. Ikut bergelantungan untuk selfi-selfi," paparnya.


Ia berharap dengan penjelasan ini, tidak ada lagi pihak yang menganggap video itu gambaran terisolirnya Desa Kuntu dan sulitnya akses pendidikan anak-anak.


"Di desa kami fasilitas dan akses pendidikan sangat memadai. Ada SD sanpai SMA Negeri. Ada juga madrasah dan pondok pesantren. Jadi, video itu bukan seperti yang dipikirkan masyarakat luas yang melihat tanpa memahami kondisi yang sebenarnya," demikian penjelasannya.



Sumber Berita: riauterkini.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment