-->

Type something and hit enter

author photo
By On

NAFAZNEWS.COM - Gara-gara sakit hati dipecat, mantan karyawan peras seorang pengusaha yang pernah menjadi bosnya. Pelaku berinisial MA, warga Dompu yang berdomisili di seputar Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).


MA memeras mantan bosnya dengan meminta uang puluhan juta rupiah.


Pelaku mengancam akan menyebarkan video p0rn0 mantan bosnya itu jika tak memenuhi permintaannya.


Tim Puma Polresta Mataram mengungkap kasus pemerasan dengan modus menyebarkan video porno.


Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, korban adalah seorang pengusaha yang dulunya adalah bos pelaku.


"Jadi korbannya ini adalah bosnya dia dulu. Saat bekerja sebagai programmer, dia mendapati video p0rn0 bosnya di laptop yang ia gunakan. Secara diam-diam video tersebut MA pindahkan ke HP-nya," kata Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (10/6) kemarin sebagaimana dikutip dari Pojoksatuid.


Awalnya video tersebut hanya untuk disimpan pelaku. Namun seiring waktu, timbullah permasalahan yang berujung pada pemecatan pelaku.


"Sakit hati atau dendam karena dipecat, pelaku kemudian menggunakan video tersebut untuk memeras korban," ujarnya.


Pelaku, kata Kadek Adi, meminta uang kepada korban sebesar Rp 21 juta.


Hanya saja pelaku baru mentransfer sebesar Rp 1,5 juta. Uang tersebut dikirim secara bertahap. Pertama Rp 1 juta kemudian yang kedua Rp 500 ribu.


Karena pelaku terus memintai uang, akhirnya korban memilih melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Laporan korban kemudian langsung ditindaklanjuti polisi.


"Laporan korban terkait tindak pidana pemerasan dan penyebaran video p0rn0. Kemudian korban berkoordinasi dengan kita sehingga kita identifikasi pelaku serta keberadaannya," beber Kadek Adi.


"Pelaku kemudian berhasil diamankan di sekitar salah satu mall di Mataram tadi pagi," tambah Kadek Adi.


Saat pelaku ditangkap, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya sisa uang yang pernah ditransfer oleh korban, kartu ATM dan HP yang pernah digunakan pelaku mentransfer video p0rn0 milik korban.


Kini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik.

Untuk dugaan tindak pidananya, kata Kadek Adi, pelaku dijerat tindak pidana pemerasan.


"Video ini belum sempat disebarkan, jadi tidak bisa kita kenakan UU ITE. Video itu hanya sebagai bahan dia memeras korban," tutup Kadek Adi. 




Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment