-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM - Sosok wanita bertato burung garuda di dadanya, yang menceritakan pengalaman tak mengenakkan saat anaknya hampir dicovidkan oleh rumah sakit saat hendak berobat paru-paru, viral di media sosial.

Berdasarkan penelusuran Indozone.id, wanita itu diduga memiliki nama Cleopatra Tzb. Hal itu diketahui dari nama-nama akun media sosialnya seperti di Facebook, YouTube, dan Pinterest.

Di Facebook, ia banyak mengunggah foto-fotonya pada tahun 2019. Pada setiap fotonya, dapat dilihat tato burung garuda itu di dadanya.

Wanita diduga merupakan model, jika dilihat dari foto dan postur tubuhnya.



Dalam bantahannya terhadap netizen yang menuding dirinya sebagai penyebab anaknya menderita sakit paru-paru lantaran ia perokok, wanita itu mengatakan bahwa ia memiliki lima anak.

"Jangan asal ngebacot. Merokok di depan anak itu tidak mungkin. Dan anak saya itu sakit paru-paru ada alasannya, karena dia lahirnya tidak sembilan bulan. Dan emang ada hal-hal tertentu yang membuat paru-parunya tidak berkembang secara sempurna. Anak saya 5, dan saya merokok. Yang satu doank yang sakit paru-paru. Makanya Mbaknya jangan dilihat dari situnya. Lihat dari apa yang saya share. Oke! Inilah netizen ya (sambil tepok jidat)," katanya.


Seperti diketahui, dalam curhatnya, wanita itu menceritakan bahwa pihak rumah sakit tidak mau mem-foto rontgen anaknya dengan alasan harus tes rapid antigen terlebih dahulu. Padahal, menurutnya, anaknya tidak perlu dites rapid antigen karena anaknya mengalami penyakit paru-paru dan bukan COVID-19.

Yang membuatnya curiga, pihak rumah sakit sempat berbisik-bisik di dalam ruangan sebelum menyatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan foto rontgen jika belum menjalani tes antigen.

"Ibu-ibu wajib dengar ini. Ini pengalaman pribadi saya dengan anak saya. Anak saya batuk, sakit paru-paru. lalu saya bawa ke rumah sakit untuk rontgen. Tapi masih di IGD, mereka cek biasa doank, mereka lalu masuk ke dalam dan berbisik-bisik, lalu keluar lagi dan bilang 'tidak bisa rontgen langsung', harus antigen dulu," katanya, sebagaimana disimak Indozone melalui video yang diunggah melalui akun TikTok @zanzabella666.



Wanita itu sempat bertanya kenapa harus dilakukan tes antigen. Namun alih-alih mendapatkan jawaban, pihak rumah sakit hanya menegaskan bahwa rontgen tidak dapat dilakukan jika belum dilakukan tes antigen.

Pada akhirnya, karena memilih tak jadi berobat, pihak rumah sakit tersebut memberikan surat rujukan ke rumah sakit lain.

"Saya tidak percaya, dan memang hati kecil saya mengatakan 'jangan'. Akhirnya saya gak mau, anak saya bawa pulang. Lalu mereka memberi rujukan rumah sakit. 'Mungkin di sana bisa tidak antigen, langsung rontgen'. Begitu kata mereka," katanya.

Berfisarat tidak baik dengan tes antigen di rumah sakit rujukan tersebut, wanita perokok itu lantas memilih membawa anaknya ke bandara terlebih dahulu untuk tes antigen.

"Saya tidak langsung pergi ke RS, tapi ke bandara dulu. Setelah dites rapid antigen di bandara, ternyata hasilnya negatif," katanya, sambil membuang abu rokoknya.

Keputusannya tersebut berbuah baik karena ternyata, setelah ia membaca dengan saksama isi surat rujukan tersebut, ternyata anaknya dikatakan mengarah ke COVID-19.

"Lalu, saat di mobil, entah kenapa saya ingin membaca benar-benar surat rujukan itu sebelum ke RS. Ternyata isinya dibilang anak saya mengarah ke corona dan orang tua pasien menolak untuk antigen. Wow," katanya.

Pada akhirnya, ia memutuskan untuk merawat anaknya sendiri di rumah dan hasilnya, anaknya sembuh dalam waktu satu hari. Ia pun mengingatkan para orang tua anak agar berhati-hati.

"Jadi anak saya saya bawa pulang, saya nebulizer sendiri di rumah. Satu hari, anak saya sembuh total. Kalau saya mengikuti (rujukan) mereka mungkin saja hasilnya (antigen) anak saya positif. Dan mungkin anak saya mati sekarang. Hati-hati. Tolong sangat hati-hati," katanya lagi.

















Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment