-->

Type something and hit enter

Editor On


Ilustrasi


NAFAZNEWZ.COM - Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih meledak. Hari ini tercatat penambahan 1.615 kasus baru positif Corona atau tertinggi selama pandemi.


"Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 Minggu (4/7) sebanyak 1.615. Total kasus terkonfirmasi menjadi 65.249 kasus," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji melalui keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).


Ia mengungkapkan, dari distribusi kasus positif hari ini, Kabupaten Bantul terbanyak dengan 422 kasus, kemudian Kabupaten Gunungkidul 406 kasus, Kota Yogyakarta 383 kasus, Kabupaten Sleman 308 kasus, dan Kabupaten Kulon Progo dengan 96 kasus.

Dari riwayat kasus, kata Ditya, dengan peningkatan sampel yang dicek 5.965, menghasilkan kontak kasus positif 1.319. Kemudian, dari periksa mandiri 254 kasus, screening karyawan 11 kasus, perjalanan luar daerah 12 kasus, dan belum ada info 19 kasus.

Sementara itu kasus kematian hari ini mencapai 38 kasus.

Sedangkan untuk kasus sembuh dari Corona, lanjut Ditya, bertambah 524 kasus atau terjadi peningkatan jika dibandingkan hari Sabtu (3/7) yang tercatat 424 kasus. Sehingga total kasus sembuh sebanyak 50.199.


Dalam keterangan tertulis yang sama, epidemiolog UGM Riris Andono Ahmad menjelaskan, peningkatan kasus positif ini merupakan panen dari kasus minggu lalu. Sejak PPKM Darurat, pemeriksaan sampel meningkat lebih dari dua kali lipat, sebagai tindak lanjut dari pengecekan kontak erat minimal 15 kasus.


"PPKM darurat ini tidak akan segera menunjukkan hasil. Apa yang kita temukan saat ini adalah hasil penularan sejak seminggu yang lalu," jelasnya.

Ia menegaskan, dengan peningkatan pelacakan kontak erat, kemungkinan kasus positif akan terus naik. Bahkan, ia prediksi belum sampai puncaknya.


"Kemungkinan belum (sampai puncak). Kita masih memanen dari penularan minggu yang lalu," kata epidemiolog yang akrab disapa Doni ini.


Doni menegaskan, saat ini kunci dari PPKM Darurat adalah menghentikan terjadinya kerumunan. Sebab, hal tersebut yang membuat penularan kasus positif selama Juni terus meroket naik.


"Kuncinya bukan pada banyak sedikitnya kendaraan di jalan semata, tetapi tujuan dari mobilitas tersebut. Kalau ternyata tujuan mobilitas itu menyebabkan terjadinya kerumunan, itu yang menyebabkan terjadinya penularan," imbuhnya.



Sumber: Detik.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment