-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi berdoa



NAFANZNEWS.COM - Doa untuk ayah yang sudah meninggal dianjurkan agar selalu dibaca dan dipanjatkan. Karena doa ini akan menjadi amalan yang tak akan pernah lekang oleh waktu bagi anak dan juga almarhum.

Orangtua merupakan sosok yang paling berjasa dan berpengaruh dalam kehidupan anak yang sudah merawat dan menjaga anak sejak dalam kandungan hingga dewasa. Itu merupakan salah satu jasa orangtua yang tidak akan pernah terbalas dengan apapun.

Untuk itu, bagi seorang muslim yang beriman, berbakti kepada kedua orangtua merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Dalam satu hadist disebutkan bahwa Nabi SAW pernah ditanyai tentang

Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”. Kemudian beliau ditanya apalagi amal yang paling dicintai sesudahnya. Beliau pun menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua” (HR. Bukhari).

Sebagai seorang anak, berbhakti pada orangtua tak terkecuali ayah, tidak mengenal waktu itu wajib dilakukan meskipun ayah sudah tutup usia. Kita bisa melanjutkan bhakti dengan memberikan sebuah doa yang akan selalu dinanti oleh mendiang. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah doa untuk ayah yang sudah meninggal.

Berbakti pada Orangtua

Kedudukan orangtua baik ayah atau pun ibu sangatlah mulia di dalam Islam hingga mampu membuat siapa saja yang durhaka pada keduanya akan mendapatkan dosa besar. Dosa besar tersebut akan menjadi balasannya.

Rasulullah SAW tengah bersabda,

"Maukah kalian kuberitahukan tentang dosa besar yang terbesar?" Maka para sahabat mengatakan, "Tentu mau wahai Rasulullah". Maka beliau mengatakan, "Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." (HR. Bukhari dan Muslim).

ilustrasi berdoa
freepik.com

Berbhakti pada orang tua ini tidak hanya boleh dilakukan ketika beliau masih ada dan hidup. Namun ketika ia sudah tutup usia dan meninggalkan duni kita tetap harus berbhakti.

Berikut adalah hadist dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi yang berhasil dikutip dari kanal Rumaysho,

"Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Jadi Pahala dan Amalan Tak Lekang oleh Waktu

Sebagai kaum muslimin, kita semua tengah mengetahui bahwa salah satu amalan yang akan terus mengalirkan pahala meski sudah meninggal adalah doa dari anak sholeh untuk orangtuanya.

Doa untuk ayah yang sudah meninggal dari sang anak dapat dikatakan menjadi penyelamat dan juga sesuatu yang dinanti oleh orangtuanya ketika meninggal.

ilustrasi berdoa
©Shutterstock

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh." (HR. Muslim).

Doa untuk Ayah atau Orang Tua yang Sudah Meninggal

Berikut adalah bacaan doa untuk ayah yang sudah meninggal, yang berhasil dikutip dari islam.nu.or.id:

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya:

"Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."

Selain itu, Anda juga bisa membaca doa untuk orangtua yang sudah meninggal agar dosa-dosanya yang telah diperbuat di dunia dapat terampuni oleh Allah SWT, ini bacaan doanya:

Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii'il muslimiina walmuslimaati, walmu'miniina wal mu'minaati Al ahyaa'i minhum wal amwaati, wataabi' bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil'aliyyil adhiimi,

Artinya :

"Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu."

ilustrasi berdoa
©Shutterstock

Apabila sudah selesai membaca doa untuk ayah yang sudah meninggal, Anda bisa mengakhirinya dengan doa sapu jagad, shalawat nabi dan juga surat Al-Fatihah.

Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

Artinya:

"Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam." (kemudian baca Surat Al-Fatihah).


Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment