-->

Type something and hit enter

Editor On



NAFAZNEWS.COM Kumandang adzan dapat terdengar bebas di Amerika Serikat. Tepatnya di Kota Hamtramck (baca Haemtremik), negara bagian Michigan, Amerika.

Sekitar 22 ribu penduduknya merupakan warga asli berdarah campuran. Mereka warga keturunan Polandia, Pakistan, Yaman hingga Bangladesh.

Hamtramck menjadi satu-satunya kota di Amerika yang mayoritas anggota dewannya memeluk agama Islam. Toleransi beragama di kota mayoritas Muslim ini begitu luar biasa.

Lantas bagaiamana penampilan kota yang penuh kedamaian ini? Simak ulasan dan videonya berikut, seperti dilansir dari kanal YouTube VOA Indonesia, Kamis (29/7).

Mayoritas Muslim


Kanal YouTube VOA Indonesia 


Awalnya, kota Hamtramck banyak dihuni oleh warga keturunan Polandia. Kemudian seiring berjalannya waktu, banyak pendatang muslim dari keturunan Pakistan, Yaman dan Bangladesh yang berbisnis di sana.


Tak sedikit dari mereka yang kemudian memilih menetap di kota itu. Alhasil, warga kota itu mayoritas beragama Islam. Bahkan sekitar 40 persen anggota dewannya kini beragama Islam.


"Tidak ada yang berbeda walau mayoritas Dewan Kota Muslim. Kami hanya fokus menyelesaikan pekerjaan," ungkap seorang anggota dewan.


Wali Kota Hamtramck Karen Majewsky, Kanal YouTube VOA Indonesia 


Wali Kota Hamtramck, Karen Majewsky, merupakan wanita keturunan Polandia. Ia mengisahkan sejarah kota tersebut.


"Wajah, bahasa dan negara asal berubah. Tapi itulah kami dari sedari dulu. Kami adalah kota dengan banyak usaha kecil, bahkan dimiliki pendatang. Itulah identitas kami sebagai kota kecil dunia," ujar Karen.


Toleransi Beragama yang Kuat


Al-Ikhlas Training Academy, Kanal YouTube VOA Indonesia 


Suara adzan dapat berkumandang dengan indah dan terdengar hingga di luar masjid selama empat kali sehari di kota ini yakni azan Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Terkecuali saat subuh, suara azan hanya di dalam masjid saja.


Sebabnya, warga muslim tak mau mengganggu warga nonmuslim yang masih lelap tertidur.


"Kesadaranmu adalah imanmu. Kalau pun kita kumandangkan adzan dengan keras jam 5 atau 6 pagi. Karena ada muslim dan non muslim, ada umat Kristiani, umat Yahudi, umat Hindu dan umat Buddha. Mereka mungkin baru pulang kerja jam 4 pagi dan baru saja tidur," kata pemimpin Masjid Al-Falah.



Al-Quran Academy of Michigan, Kanal YouTube VOA Indonesia 


Toleransi yang kuat inilah yang membuat sejumlah warga Amerika Serikat datang dan menetap.


Sebagian kecil dari 22 ribu penduduk, adalah warga asli AS yang datang dari berbagai negara bagian lainnya.


"Komunitas yang saya inginkan, di mana penduduknya bisa berdampingan. Bisa menikmati masak-masakan khas yang berbeda," papar seorang profesor sejarah seni yang pindah dari New York.


Tak Gunakan Hukum Islam


Kanal YouTube VOA Indonesia


Sebelumnya sempat beredar isu mengenai dewan kota hendak membuat hukum Islam di Hamtramck. Namun, nyatanya kota tersebut tetap mengikuti aturan yang ada. Tak ada perubahan demi menjaga toleransi umat yang telah terjaga selama ini.


"Tidak akan ada hukum Islam di sini, di Amerika Serikat bahkan di negara asal saya Bangladesh. Kalau orang bilang ada hukum Islam, itu bukan. Melainkan kebebasan beragama," ungkap seorang warga.


Video Suasana Kota Hamtramck

Berikut videonya.



Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment