-->

Type something and hit enter

Editor On


Petugas Makamkan Korban Covid-19 di TPU Rorotan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki



NAFAZNEWS.COM - TNI dan Polri bergerak memantau pelaksanaan PPKM di berbagai daerah. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit berkeliling memantau pos PPKM. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji juga melakukan hal sama.

Kapolda Metro Irjen Fadil Imran berpesan kepada warga, nenek moyang mengorbankan nyawanya ketika berperang melawan penjajah demi kemerdekaan. Kini, giliran generasi penerusnya bahu-membahu memerangi virus Covid-19. Fadil hanya meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kalau dahulu pejuang-pejuang kita turun menggunakan bambu runcing mengusir penjajah bahu-membahu, tolong-menolong. Coba sekarang bantu kami dengan cara tetap di rumah," kata dia di Jalan Raya Bogor, Minggu (4/7).

Fadil mengajak masyarakat merenung sejenak. Melihat situasi yang terjadi hari ini. Pandemi Covid-19 telah merenggut kebahagiaan bersama orang-orang terdekat.

"Pikir betul sudah berapa di lingkaran dekat kita bahkan mungkin teman WhatsApp Grup kita kemarin masih bercanda gurau dengan kita sekarang sudah tidak ada," papar dia.

Di tempat yang sama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji menambahkan, pandemi Covid-19 bisa diatasi asalkan semua pihak mau bekerja sama. Termasuk masyarakat. Mulyo meminta warga untuk tetap berada di rumah sementara waktu.

"Covid-19 adalah bahaya yang harus kita selesaikan bersama. Maka saya minta bantuan rekan-rekan RT, RW tolong sampaikan kepada mereka untuk tetap tinggal di rumah, apabila tidak penting jangan melakukan perjalanan. Buat masyarakat yang lain aman, buat para aparat ini nyaman untuk bekerja membantu saudara sekalian," ujar dia.

Pesan Panglima TNI

Terpisah, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit melakukan sidak di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Bekasi. Panglima mengapresiasi 4 Pilar (TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan) dan tenaga kesehatan sebagai kunci tegaknya aturan yang diberlakukan.

"Saya apresiasi untuk tenaga kesehatan dan 4 Pilar yang benar-benar tidak mengenal lelah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bebas dari Covid-19,” kata Hadi di Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, dikutip dari siaran pers diterima, Minggu (4/7).

Hadi melihat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Bekasi sudah terlaksana dengan baik. Namun harus terus dipertahankan.

"Kita memantau bagaimana pelaksanaan tracing kontak erat, diawali dengan testing dan treatment di wilayah, khususnya PPKM Mikro dengan berbasis RT dan RW," kata dia.

Selain itu, Hadi turut menjelaskan pelaksanaan vaksinasi sebagai strategi menuju kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Mereka tinggal vaksin saja sehingga dalam satu setengah jam itu bisa mendapatkan kurang lebih 25.000 vaksin, karena skrining dilaksanakan di desa-desa kemudian swab termasuk pengisian blanko," jelas Hadi.

Hadi percaya, sinergi yang baik untuk mempercepat akselerasi vaksinasi dapat mempercepat Indonesia menuju herd immunity. Ditambah lagi, angka kesembuhan di Wisma Atlet sudah yang mencapai 800 orang setiap harinya, dengan pasien yang masuk kerap berkurang.

"Ini artinya kerja keras kita setiap hari sudah mulai membuahkan hasil, mudah-mudahan minggu depan terus akan semakin sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) juga akan semakin turun," tutup dia.


Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment