-->

Type something and hit enter

Editor On
nfo grafis pembatalan Haji 2021. foto: Okezone.com



NAFAZNEWS.COM - Pemerintah Indonesia memutuskan tahun 2021 ini kembali tidak memberangkatkan calon jamaah haji ke Tanah Suci. Ini dampak masih mewabahnya covid-19 secara global, termasuk di Arab Saudi. Banyak daerah terdampak, salah satunya Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Antrean calhaj di Makassar bertambah lama menjadi 39 tahun.


Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Kota Makassar tercatat mendapat kuota 1.127 calon jamaah haji. Estimasi masa tunggu selama 39 tahun, jadi jika mendaftar tahun 2021 ini diperkirakan berangkat pada 2060. Adapun jamaah yang sudah mendaftar tercatat sebanyak 42.588 orang.


Sebelumnya Pemerintah Indonesia memutuskan tahun ini tidak mengirim calon jamaah haji ke Tanah Suci. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.


Ini menjadi kedua kalinya Indonesia tidak memberangkatkan calon jamaah haji ke Arab Saudi dampak masih mewabahnya covid-19 secara global. Akibatnya, daftar antrean calon jamaah haji pun menjadi bertambah lama.


Sementara itu Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi menyebut pemerintah menyiapkan sejumlah langkah supaya antrean haji tidak mengular secara tidak terkendali.


"Pertama, menguatkan regulasi misalnya, regulasi saat ini mengatur batasan usia untuk mendaftar haji 18 tahun. Kemenag juga melarang praktik pemberian dana talangan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk membayar setoran awal jamaah," jelas Khoirizi, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.


Langkah kedua, lanjut dia, pemerintah terus menyuarakan agar Arab Saudi bisa segera meningkatkan sarana-prasarana di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Hal itu diharapkan dapat diikuti dengan bertambahnya kuota jamaah haji Indonesia.


"Alhamdulillah pada 2019 Indonesia mendapat tambahan kuota sebesar 10.000 dari Saudi sehingga total kuotanya saat itu menjadi 221.000. Penambahan kuota perlu ditunjang perbaikan sarana. Kami berharap peningkatan sarana, utamanya di Mina, bisa segera dilakukan Saudi," terang Khoirizi.


Sementara itu, ia menyebut jamaah haji 2021 yang tertunda keberangkatannya akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan pada penyelenggaraan haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.



Sumber: Okezone.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment