-->

Type something and hit enter

Editor On



NAFAZNEWS.COM  - Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul selalu hangat untuk diperbincangkan. Kali ini kisah Nyi Roro Kidul datang dari tanah Batak.


Mari mengenal Nyi Roro Kidul dari tanah Samosir. Supaya mengerti, detikTravel akan mengajakmu untuk berkenalan dulu dengan Desa Sianjur Mulamula di Samosir, Sumatera Utara.


Tempat ini populer karena dikenal sebagai kampungnya orang batak. Ya, dari berbagai versi, orang batak setuju bahwasanya di tempat inilah orang batak pertama lahir.



Berawal dari Mulajadi Nabolon, sang dewa pencipta yang menjadikan Ihatmanisia (laki-laki) dan Siboru Ihatmanisia (wanita). Pasangan ini memiliki keturunan yang sakti mandraguna. Kemudian dari dua generasi selanjutnya lahirlah Ompu Siraja Batak.


Siraja Batak memiliki dua orang anak yang juga sakti, Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon. Yang paling terkenal adalah Guru Tatea Bulan.


Di puncak bukit di atas Desa Sianjur Mulamula ada sebuah tempat yang dibangun untuk Guru Tatea Bulan dan anak-anaknya. Sebuah bangunan dengan sejumlah patung sakral sebagai perwujudan mereka berdiri di sana, Sopo Guru Tatea Bulan.



Dalam ceritanya Guru Tatea Bulan memiliki 10 orang anak kembar. Tiap lahir, anaknya selalu berpasangan, laki-laki dan perempuan. Anak yang paling besar diberi nama Si Raja Uti, Sariburaja, Limbong Mulana, Sagalaraja, Silauraja, Siborubiding Laut, Siborupareme, Anting Haumasan, Sipunggahaumasan dan Nan Tinjo.


Cerita Nyi Roro Kidul dimulai dari Siborubiding Laut atau disebut juga Sibiding Laut. Arti namanya adalah penakluk laut. Anak ke 6 dari 10 bersaudara ini juga terkenal sakti.


Suatu ketika, abang dan adik Siborubiding Laut terjalin asmara terlarang. Mereka adalah Sariburaja dan Siborupareme.


"Karena menjadi aib keluarga, akhirnya dua orang ini diusir oleh masyarakat," ujar Biston Sagala, pemandu di Sopo Guru Tatea Bulan.


Hati Siborubiding Laut sedih. Karena kerinduan dengan abangnya, Siborubiding Laut memutuskan untuk pergi dari rumah dan mencarinya.


"Dari Sianjur Mulamula, namboru (panggilan hormat kepada perempuan yang dituakan-red) Siborubiding Laut berjalan ke arah barat," ceritanya.


Pencarian terus dilakukan, namun tak juga mendapatkan hasil. Siborubiding Laut tak putus asa dan melanjutkan pencarian lewat laut.


"Zaman dulu belom ada perahu, karena namboru itu sakti, dia bisa menyebrangi laut," lanjut Sagala.


Siborubiding Laut tak juga bertemu dengan saudaranya. Diceritakan ada badai besar yang terjadi dan membuatnya sampai di Pulau Jawa.


Versi lain yang tak kalah populer di masyarakat batak adalah Siborubiding Laut yang melakukan pencarian sampai ke Pulau Mursala. Pulau ini berada dekat Kota Sibolga dan terkenal karena menjadi lokasi syuting Film King Kong.


Konon Siborubiding Laut bertemu dengan nelayan. Nelayan ini membantu Siborubiding laut dengan menggunakan perahu bambu seadanya.


Patung Siborubiding Laut mengenakan baju putih dan seakan melaompat ke laut Foto: (Bonauli/detikcom)

Dalam pencariannya, mereka berperang dengan banyak penguasa lautan. Karena sakti, Siborubiding Laut selalu menang.


Akhirnya, Siborubiding Laut sampai di Tanah Jawa. Dirinya menetap di sana dan menjadi penguasa Pantai Selatan yang tersohor dengan sebutan Nyi Roro Kidul.


Perjalanan Siborubiding Laut masih punya banyak versi. Namun yang pasti, statusnya sebagai orang Batak diyakini bermarga Pasaribu.


Sumber: https://travel.detik.com/

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment