-->

Type something and hit enter

Editor On


Ilustrasi



NAFAZNEWS.COM - Varian Delta (B1617.2), virus Corona asal India yang kini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan virus jenis ini ke dalam 'variant of concern (VoC)'.

Hal ini karena varian Delta memiliki tingkat penularan yang tinggi. Bagaimana tidak, virus ini telah memicu gelombang kedua COVID-19 di India, dan kini Indonesia tengah menghadapi varian Delta.

"Varian Delta tingkat transmisinya paling cepat lebih dari Alpha (B117). Penelitian di inggris menemukan kalau proses transmisinya 60 persen lebih cepat ketimbang varian Alpha. Gejalanya juga lebih berat dan 2,5 kali lebih banyak menyerang usia muda," kata dr Riyadi Sutarto SpP dari RSUP Persahabatan, dalam siaran langsung di Instagram @radiokesehatan, Selasa, (13/7/2021).

Siapa saja yang paling berisiko terinfeksi varian Delta?

Berdasarkan data dari National Health Service (NHS), yang menganalisis 92.029 kasus varian Delta di Inggris dari awal Februari sampai pertengahan Juni 2021, ada beberapa kelompok tertentu yang paling berisiko terinfeksi varian ini, sebagai berikut.

  • Orang berusia di bawah 50 tahun
  • Orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Data ini didapatkan setelah meninjau 92.029 kasus dengan 82.500 pasien di antaranya adalah mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Kemudian 53.882 kasus lagi adalah orang-orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Meski demikian, data menunjukkan 117 kematian warga Inggris yang terinfeksi varian Delta mayoritas berada di kelompok usia di atas 50 tahun.

Apa saja gejala Varian Delta?

Gejala yang ditimbulkan dari varian Delta tampaknya tak jauh berbeda dengan gejala COVID-19 lainnya. Meski demikian, profesor epidemiologi genetik di King's College London sekaligus pendiri studi gejala COVID ZOE, Professor Tim Spector, MD, mengatakan ada beberapa gejala yang umum terjadi ketika seseorang terpapar varian Delta, sebagai berikut.

  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Demam
  • Batuk
  • Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa.

Vaksinasi COVID-19 bikin kebal dari varian Delta?

Menurut NHS, orang yang sudah divaksinasi COVID-19 secara penuh umumnya akan memiliki risiko yang lebih rendah untuk tertular varian Delta. Dari 92.029 kasus varian Delta di Inggris, 20.000 kasus di antaranya sudah menerima satu dosis vaksin COVID-19 dan 7.235 lainnya sudah mendapat dua dosis vaksin COVID-19.

Data tersebut menunjukkan vaksinasi COVID-19 tidak memberikan 100 persen perlindungan terhadap Varian Delta. Namun, orang yang sudah divaksinasi akan memiliki risiko yang lebih rendah terkena varian Delta.


Sumber: 

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment