-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 

Ilustrasi

NAFAZNEWS.COM - Infeksi gusi atau dikenal sebagai periodontitis adalah salah satu tanda diabetes. Tanda-tanda periodontitis parah seperti gusi berdarah saat menyikat atau mengunyah, gusi merah bengkak, gigi goyah, atau garis gusi surut dan bau mulut.


Dilansir dari herwold, konsultan senior di unit periodontik di National Dental Centre Singapore, Chee Hoe Kit, mengatakan penderita diabetes berada pada risiko lebih tinggi terkena penyakit gusi.


Hal itu karena kemampuan penyembuhan luka yang buruk dan kerentanan dalam tertular infeksi. Sifat diabetes ringan atau asimtomatik selama tahap awal, banyak individu menderita kondisi ini selama beberapa tahun sebelum didiagnosis.


"Oleh karena itu, gejala oral diabetes seperti penyakit periodontal mungkin sudah ada dan periodontitis parah bisa menjadi tanda individu tersebut mungkin memiliki diabetes yang tidak diketahui, ” katanya.


Dia menambahkan identifikasi dini pasien yang berisiko tinggi diabetes atau yang menderita diabetes melitus dapat dicegah.


Sebagai langkah-langkah untuk mencegah atau menunda perkembangan dapat diimplementasikan tepat waktu.


Dokter gigi kemungkinan akan merujuk pasien ke dokter medis untuk mengetes diabetes jika pasien memiliki penyakit periodontal yang parah.


Lalu, dokter umum akan menanyakan apakah pernah menjalani pemeriksaan kesehatan dalam 1-2 tahun terakhir dan memiliki riwayat keluarga diabetes atau kehamilan.


Saat ini, perawatan untuk penyakit gusi adalah sesuatu yang disebut terapi periodontal, yang melibatkan membersihkan plak, memoles, dan perawatan akar, bahkan dilakukan menyeluruh dari permukaan akar gigi yang terkontaminasi dengan plak bakteri dan deposit kalkulus di bawah garis gusi.


Chee menyarankan cara terbaik untuk menjaga kesehatan mulut adalah mengunjungi dokter gigi secara teratur untuk pembersihan gigi profesional setiap tahun. Lalu, selalu perbarui informasi tentang kadar glukosa darah terbaru dari dokter umum sebelum pergi ke dokter gigi.


"Sikat gigi dengan teknik yang tepat setidaknya dua kali sehari dan gunakan alat bantu kebersihan mulut interdental seperti benang atau sikat interdental untuk membersihkan sela-sela gigi secara menyeluruh,” tuturnya.


sumber tempo.co

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment