-->

Type something and hit enter

Editor On



NAFAZNEWS.COM - Pasangan suami istri asal Kanada ini menceritakan kehidupan rumah tangga mereka yang telah berubah. Tea-Lynn Van Dyk terlahir sebagai pria dan telah menikah dengan Gabrielle selama 11 tahun. Pada Desember 2019, Tee-Lynn mengaku kepada istrinya bahwa dia ingin menjadi transgender. Kisahnya jadi kontroversi.


"Saat pertama kali aku mengatakan kepada Gabrielle, aku berasumsi bahwa dia akan pergi dan menceraikanku. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpanya," ungkap transgender 36 tahun itu, seperti dikutip Daily Mail.


Apa yang dikhawatirkan Tea-Lynn tidak menjadi kenyataan. Dengan berbesar hati, dia menerima yang dulu adalah suaminya kini ingin berperan sebagai istri, Di rumah mereka kini ada dua ibu untuk kedua putri mereka.


"Sekarang aku adalah Mami, dan Gabrielle adalah mama. Adelaide (putri bungsu Tea-Lynn dan Gabrielle) sangat mendukung dari hari pertama," ungkap Tea-Lyn.


Gabrielle menyatakan bahwa saat pertama kali suaminya itu mengungkapkan ingin jadi transgender dia merasa baik-baik saja. Menurut Gabrielle, Tea-Lynn masih orang yang sama seperti yang ia kenal 11 tahun lalu.


"Dia masih orang yang sama, dia tertawa di tipe humor yang sama, jadi di pikiranku dia tetaplah orang yang sama dan tidak masalah ketika dia berbusana feminin dan mengubah namanya," jelas Gabrielle.


"Karena cara pandang tentang semua hal yang membuat ini bisa berhasil," tambah Gabrielle.


Tea-Lyn pun mendapatkan dukungan dari Gabrielle untuk terapi hormon. Pada April 2020, dia sudah mulai bertransisi. Sejak itu, Tee-Lynn mengaku semakin mencintai istrinya karena telah mengakui tentang dilemanya selama ini.


Di tengah dukungan dari keluarga intinya, Tea-Lynn mengaku bahwa keputusannya ini tentu saja menjadi kontroversi. Dia bahkan kehilangan sejumlah keluarga dan temannya yang tidak bisa menerima perubahannya.



Sumber: https://wolipop.detik.com/

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment