-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi



NAFAZNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Malaysia telah memberikan persetujuan bersyarat penggunaan darurat vaksin Moderna untuk mengatasi penyebaran covid-19. Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan kementerian akan terus mengevaluasi kualitas, keamanan dan efektivitas vaksin untuk memastikan bahwa manfaatnya lebih besar dibandingkan risiko.


Selain Moderna, saat ini Malaysia juga menggunakan vaksin Pfizer - BioNTech. Sedangkan pada pertengahan Juli lalu, Kementerian Kesehatan menyatakan berhenti memberikan vaksin Sinovac setelah pasokannya berakhir. Alasannya, Malaysia memiliki jumlah vaksin Covid-19 lain yang cukup untuk program vaksinasi nasional.


Sehari sebelumnya, Moderna menyatakan suntikan vaksin Covid-19 buatannya memiliki efektivitas 93 persen hingga enam bulan setelah dosis kedua. Angka ini tak jauh berbeda dari hasil uji klinis yang dilaporkan sebelumnya yaitu 94 persen.


Namun Moderna menyarankan agar dilakukan pula suntikan booster menjelang musim dingin karena tingkat antibodi diperkirakan akan berkurang. Moderna dan Pfizer-BioNTech telah menganjurkan vaksin dosis ketiga atau booster untuk memberikan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19.


Sementara di Malaysia, kasus harian Covid-19 terus merangkak naik. Untuk pertama kalinya jumlah infeksi baru melewati 20 ribu kasus, yang merupakan rekor tertinggi. Sejak awal pandemi, jumlah kasus adalah sebesar 1,2 juta.


Melonjaknya jumlah kasus antara lain disebabkan merebaknya varian Delta. CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan kemanjuran vaksin covid-19 buatan Moderna hingga 93 persen dan bisa tahan hingga enam bulan. "Namun varian Delta adalah ancaman baru yang signifikan sehingga kami harus tetap waspada," katanya seperti dikutip dari Channel News Asia.



Sumber: Tempo.co

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment