-->

Type something and hit enter

Editor On
Ilustrasi



NAFAZNEWS.COM - Pertumbuhan bayi memang sangat bergantung pada Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi. Oleh karena itu, bayi disarankan mendapatkan ASI minimal 6 bulan agar tidak menghambat pertumbuhannya.


Memang memberi ASI pada bayi lebih mudah diucapkan daripada diterapkan apalagi di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak ibu yang ragu untuk menyusui bayinya kala dinyatakan terinfeksi Covid-19. Mereka mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan sang anak.


Satgas ASI PP IDAI, dr. Wiryani Pambudi, SpA, IBCLC, menegaskan bahwa menyusui tidak boleh terputus dengan adanya riwayat kontak ibu menyusui dengan yang didiagnosis terinfeksi Covid-19 atau sekalipun ibu terkonfirmasi positif. Sebab, ASI mengandung banyak nutrisi penting yang sangat berpengaruh pada kesehatan dan imunitas si kecil.


"Secara fisiologis selain terdapat komponen makro dan mikro protein, ASI juga mengandung enzim, hormon, dan faktor bioaktif yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh bayi yang masih rentan, mendapatkan zat-zat antiinflamasi, imunomodulator dan beragam faktor bioaktif lain yang memiliki khasiat masing-masing,” tutur dr. Wiryani, Dalam Press Briefing ‘Peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2021’.


Dalam kesempatan tersebut, dr. Wiryani juga menjelaskan bahwa menyusui harus dilanjutkan meskipun positif Covid-19, meskipun dengan beberapa tindakan pencegahan yang diperlukan, di antaranya:


1. Ibu memakai masker saat menyusui atau memerah ASI.


2. Mencuci tangan secara efektif selama 20 detik sebelum menyusui.


3. Menjaga ventilasi lingkungan dan kebersihan benda yang disentuh.


4. Mencuci pakaian pada suhu 60-90 derajat celcius dengan deterjen.


5. Minum banyak cairan, diet seimbang dan tidur teratur.



Sumber: Okezone.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment