-->

Type something and hit enter

Editor On


NAFAZNEWS.COM - Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 menjadi salah satu impian Riley Day sebagai seorang atlet lari. Namun keterbatasan biaya membuat dia harus berjuang keras menggapai mimpinya itu.


Kisah sprinter asal Australia ini patut dijadikan inspirasi, bahwa sejatinya kerja keras tak akan mengkhianati hasil. Seperti apa ceritanya?


Riley Day merupakan atlet lari yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 tanpa sponsor untuk membiayai perjalanan maupun akomodasi. Padahal ia lolos kualifikasi dan berhak membawa nama negaranya di olahraga terbesar dunia itu.

Rilet Day berkerja di supermarket.Foto: Instagram/@_rileyday



Alhasil atlet 21 tahun ini harus mengumpulkan uang sendiri untuk menyokong biaya hidup selama berada di sana. Selama tiga tahun Riley Day bekerja sebagai tenaga paruh waktu di sebuah supermarket.


Setiap bulan gajinya ia sisihkan hingga cukup terkumpul untuk membawanya ke Olimpiade Tokyo 2020. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Riley Day berhasil bertolak ke Jepang dan mengikuti kompetisi cabang olahraga atletik nomor 200m putri.

Riley Day, atlet lari asal Australia.Riley Day, atlet lari asal Australia. Foto: Instagram/@_rileyday



Riley Day berhasil sampai semifinal namun kompetisinya berhenti sampai di situ. Wanita dengan tinggi badan 170 cm ini gagal melaju ke final namun berhasil memecahkan rekor untuk dirinya sendiri dengan catatan waktu 22.56 detik.


Riley Day, atlet lari asal Australia.Riley Day, atlet lari asal Australia. Foto: Instagram/@_rileyday



Pencapaian itu dia dapatkan dengan rajin latihan di sela-sela waktunya bekerja sebagai staf supermarket. Meskipun tak meraih medali, Riley Day bangga dengan hasil yang didapatnya sejauh ini.


"Aku ingin jadi yang terbaik dan tidak ada yang dapat menghentikanku untuk jadi yang terbaik," tuturnya kepada Channel 7.



Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment