-->

Type something and hit enter

Editor On


NAFAZNEWS.COM - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berbicara tentang hasil survei yang memotret tingkat kepercayaan masyarakat soal isu bangkitnya PKI. Alih-alih takut PKI, Dahlan meyakini masyarakat Indonesia sebenarnya takut Indonesia dilahap China.


Hal itu disampaikan Dahlan Iskan saat diskusi 'NKRI dan Ancaman Komunisme dalam Dinamika Geopolitik'. Dia awalnya menyinggung terkait hasil survei Median beberapa hari lalu yang menunjukkan 46,4 persen percaya kebangkitan PKI.


Dahlan mengaku kurang sepakat terhadap survei itu. Dia menyebut masyarakat Indonesia bukan percaya PKI akan bangkit, tetapi percaya Tiongkok atau China, yang identik dengan komunis, bisa menghambat Indonesia.


"Sebetulnya dari hasil survei yang disebutkan mereka sendiri tidak percaya PKI akan bangkit lagi, tetapi percaya Tiongkok ini bahaya, membahayakan kita. Kepentingan kita apa setelah kita tahu? Menurut saya, kepentingan kita gimana ini bisa hambat Indonesia maju ke depan," kata Dahlan Iskan dalam diskusi, seperti disiarkan YouTube Gelora TV, Rabu (6/10/2021).


"Saya berkesimpulan bahwa isu Tiongkok sebagai ancaman dan Tiongkok sebagai pemegang hegemoni itu menurut saya masih akan panjang. Jadi tidak bisa dilawan, persepsi masyarakat juga tidak bisa disetir-setir, tidak bisa diarahkan," lanjutnya.


Dahlan menyebut ketakutan masyarakat terhadap Tiongkok sebetulnya beralasan. Dia mengibaratkan China atau Tiongkok saat ini seperti vacuum cleaner atau pengisap debu jika Indonesia lemah.


"Tiongkok ini seperti vacuum cleaner yang besar sekali, dan semua negara di sekitarnya pasti kena vacuum, kesedot oleh Tiongkok. Saya berpendapat bahwa ketika ada vacuum cleaner, kita harus tahu apa saja dan siapa saja yang nggak bisa disedot oleh vacuum cleaner. Pertama, kalau kita menjadi batu dan batunya besar, pasti nggak bisa disedot oleh vacuum cleaner. Jadi tepat sekali itu, karena kita lemah. Kalau kita kuat, pasti kita nggak bisa disedot oleh vacuum cleaner," ucapnya.


Lebih lanjut Dahlan tidak menyarankan Indonesia untuk melawan China. Dia lalu menyinggung kondisi negara sebesar Amerika Serikat yang tidak bisa melawan China.


"Saya sudah pikirkan panjang, tidak mungkin kita lawan Tiongkok, dilawan dengan apa? Amerika yang mencoba melawan saja seperti itu, masa Indonesia mau melawan? Maka kesimpulan saya, kita harus saling memanfaatkan gitu, jangan kita terus yang dimanfaatkan, tetapi kita juga harus memanfaatkan, berarti kita harus menjadi daftar inventarisasi apa saja yang kita bisa manfaatkan Tiongkok," paparnya.



46,4% Masyarakat Indonesia Percaya Isu Kebangkitan PKI

Lembaga survei Median melakukan survei terkait persepsi publik atas isu komunisme atau PKI. Hasilnya, 46,4 persen masyarakat percaya terhadap isu kebangkitan PKI.


Survei dilakukan pada 19-26 Agustus 2021. Survei dilaksanakan dengan multistage random sampling dan proporsional terhadap 1.000 responden.


Survei memiliki margin of error kurang-lebih 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei ini dirilis oleh Direktur Eksekutif Median Rico Marbun.


Rico mengatakan PKI sudah lebih dari 55 tahun dilarang di Indonesia. Namun sampai saat ini isu PKI masih terus dibicarakan.


"Kita tahu bersama bahwa PKI sebagai partai atau komunisme sebagai ideologi sudah kurang-lebih 55 tahun dilarang di republik kita. Tema ini rasanya terus hangat dari tahun ke tahun, terutama sekitar September-Oktober. Kita lihat dinamika politik terkait isu komunisme ke mana-mana, termasuk ditarik ke ranah politik," kata Rico.


Dalam survei, responden diberi pertanyaan 'Seberapa percaya Anda tentang isu kebangkitan komunisme (PKI) di Indonesia?'.


Hasilnya, sebanyak 46,4 persen responden percaya pada isu tersebut. Sedangkan 45,0 persen mengaku tidak percaya.


Sumber: Detik.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment