zmedia

"Masih Kelihatan Ekornya, Terus Air Menyembur Lalu Dhuarrrr!!!," Kesaksian Kapten KM AS Jaya

Nafaznews.com - Senin, 29 Oktober 2018. Langit cerah. Laut tenang. Jarum jam tangan Capt Rahmat Slamet menunjukkan pukul 06.30 WIB.

Saat itu, KM AS Jaya yang dinakhodai Rahmat, tengah berada di Tanjung Karawang. Mengangkut batu bara dari Kalimantan menuju Marunda, Jakarta. Kapal sudah hendak merapat. Jaraknya sekitar 7 kilometer dari daratan.

Tiba-tiba dari jarak 1 kilometer, Capt Rahmat Slamet melihat air menyembur. Masih terlihat ekor pesawat yang menghujam ke laut. Lalu dia melihat semburan air ke udara. Tak lama kemudian, terdengar ledakan keras. "Dhuarrr".

Beberapa kru mengambil gambar. Rahmat lantas mengontak Pelabuhan Tanjung Priok. Dia mengabarkan ada pesawat jatuh ke laut.

Usai mengontak Tanjung Priok, Rahmat kemudian mengarahkan kapal AS Jaya mendekati lokasi. Di sana, sudah banyak serpihan-serpihan yang mengapung. Ada tempat duduk pesawat, tabung, pelampung, juga beberapa tas.

Rahmat langsung memerintahkan kru untuk mengevakuasi barang-barang tersebut. Selama tiga jam, Rahmat dan kru memungut barang-barang itu, ketika kemudian salah satu kapal milik Basarnas, tiba.

Barang-barang tersebut langsung diserahkan ke Basarnas. "Ini adalah SOP pelayaran. Ketika ada kecelakaan, kami harus mengontak pelabuhan terdekat, lalu bergerak ke lokasi memberikan pertolongan," ujar Rahmat Slamet saat diwawancarai TVOne pagi tadi.

Saat itu, Rahmat mengaku tidak mengetahui kalau pesawat yang kecelakaan itu adalah Lion Air JT 610. Dia baru mendengar ketika di pesan Whatsapp dan berita bermunculan informasi kecelakaan pesawat tersebut.

Pesawat Lion Air JT 610, terjatuh pada saat 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten.

Pesawat tersebut hendak menuju Pangkal Pinang, mengangkut 189 penumpang, terdiri atas 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru. Pesawat tersebut dipiloti Pilot Bahvye Suneja dan Kopilot, Harvino.


Sumber: Rakyatku.com

Posting Komentar untuk ""Masih Kelihatan Ekornya, Terus Air Menyembur Lalu Dhuarrrr!!!," Kesaksian Kapten KM AS Jaya"