Korban pembacokan Ach. Wakid (37), warga Dusun Barona, Desa Gadding, saat menjalani penanganan medis di Pusmesmas Manding Sumenep. faktualnews.co/supanjie
Terkuaknya kasus ini, motif Wakid membunuh Adnan lantaran dilandasi rasa cemburu. Tersangka tak terima wanita yang pernah dipacarinya itu menikah dengan korban.
“Tersangka tidak terima dan merasa cemburu, saat perempuan yang pernah 7 bulan menjadi pacarnya, dinikahi korban,” kata Kapolres Sumenep AKP Deddy Supriadi seperti dikutip dari Beritajatim.com, Rabu (12/2/2020)
Peristiwa berdarah itu berawal ketika korban bersama mertuanya yang bernama Busiya, berangkat bersama dengan berjalan kaki menuju sawah. Mereka akan mengambil bibit padi yang akan ditanam. Ketika sampai di jalan korban diadang oleh tersangka.
Mereka sempat terlibat cekcok, hingga akhirnya tersangka menyabetkan celurit yang dibawanya ke perut korban sebanyak tiga kali. Korban pun roboh bersimbah darah.
“Tersangka ini ke mana-mana membawa senjata tajam. Alasannya untuk melindungi diri, karena sering mendapat ancaman berupa SMS dari nomor tak dikenal. Tersangka menuduh korban lah yang telah mengancamnya,” kata dia.
Usai membacok korban, tersangka melarikan diri ke arah timur. Tersangka bersembunyi di salah satu kamar di rumah kakeknya.
“Namun akhirnya berkat bujukan kakek dan keluarga, tersangka bersedia menyerahkan diri ke Polsek Manding,” kata Deddy.
Akibat sabetan celurit tersebut, korban mengalami luka robek pada perut sebelah kiri sepanjang 20 cm dengan kedalaman luka 10 cm. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Manding, namun sayang, nyawanya tidak tertolong.
“Tersangka diamankan di Polres Sumenep, dijerat pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya seseorang. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” kata dia.
Sumber: beritajatim.com
Posting Komentar untuk "Bunuh Pengantin Baru, Wakid Ngaku Tak Sudi Lihat Mantan Pacar Jadi Istri Orang"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat