Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, pria yang biasa dipanggil Ongah terssebut tertembak saat penggrebekan yang dilakukan sejumlah petugas, Kamis (13/2/2020) kemarin. Penggrebekan itu disebut merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka narkoba.
Petugas kemudian mendatangi kediaman pria yang biasa dipanggil Ongah di kawasan Sei Dua Hulu. Namun, saat penggrebekan, istri terduga disebut menghalang-halangi petugas.
“Pas mau penangkapan si Ongah ini, lari katanya naik mobil. Entah cemana kejadiannya, kena tembak katanya,” sebut seorang warga saat dihubungi Metro24jam.com
Setelah wanita itu tertembak, Ongah disebut berhasil melarikan diri. Petugas pun kemudian membawa wanita tersebut ke rumah sakit.
“Kabarnya BNN yang menggrebek, tapi tak tau lah BNN mana, Sumut atau pusat (RI). Jadi sempat 3 malam lah di rumah sakit kabarnya. Tadi sore, sekitar pukul 5 (17.00 Wib) lah meninggalnya,” imbuhnya.
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira, ketika dikonfirmasi Metro24jam.com terkait hal ini, mengaku pihaknya tidak ada melakukan penggrebekan ke lokasi dimaksud. “Kita tidak ada,” jawabnya singkat melalui WhatsApp, Minggu (16/2/2020) pukul 20.22 Wib.
Terpisah Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial saat dikonfirmasi sekira pukul 21.20 Wib, tidak memberikan jawaban.
Sementara itu, Deputi Berantas BNN RI, Irjen Pol Arman Depari ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Di daerah Idi Rayeuk, Aceh Timur, tim menangkap 5 tersangka yang menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan 18,9 kg,” sebutnya dalam keterangan tertulis kepada Metro24jam.com, Minggu (16/2/2020) malam.
Pada saat bersamaan, lanjut Arman, personel BNN juga menangkap 4 kurir yang membawa sabu-sabu dari Malaysia melalui Teluk Nibung Tanjungbalai, tim BNN melakukan penangkapan terhadap tersangka Aris yang membawa narkoba dengan sepedamotor dbungkus dengan karung berisi 15 kilogram narkoba.
“Dari keterangan Aris bahwa pengendali dan pemilik narkoba tersebut adalah Aflah, warga Asahan,” jelas Arman. Petugas kemudian mengejar Aflah ke kediamannya. Namun saat akan ditangkap, pria itu melarijan diri bersama istrinya Yuniar.
Setelah terjadi aksi kejar-kejaran, petugas kemudian melepas tembakan. Tak lama kemudian, petugas BNN berhasil menyalip mobil yang dikemudikan Aflah. “Mobil tersangka berhasil dihentikan setelah menabrak mobil petugas,” jelasnya dikutip dari laman metro24jam.com.
Yuniar terkena tembakan pada bagian punggung. Sementara itu, Aflah alias Ongah mengalami luka cukup parah di bagian kepala akibat benturan. Petugas kemudian membawa keduanya ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan.
“Namun, Minggu (16/02/20) tersangka Aflah meninggal di rumah sakit. Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti diamankan di BNNP Sumut dan akan dibawa besok pagi ke Jakarta melalui Bandara Halim. Besok silahkan doorstop di [Bandara] halim PK,” pungkasnya.
Informasi terakhir yang diperoleh Metro24jam.com, jenazah Aflah saat ini sudah tiba di rumah duka di Desa Sei Dua Hulu. Rencananya, jenazah Aflah akan dimakamkan di Senin (17/2/2020).
Posting Komentar untuk "Tabrak Mobil Petugas BNN, Bandar Sabu Tewas, Istrinya Terkena Tembakan"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat