NAFAZNEWS.COM - Direktur Pusat Nasional Pengembangan Bioteknologi China, Zhang Xinmin merekomendasikan sebuah obat flu dari Jepang, Favipiravir untuk dikonsumsi pasien yang terpapar virus corona.
Dari percobaan yang dilakukan para ahli di China, Favipiravir terbukti mampu menyembuhkan pasien Covid-19 dalam empat hari.
Diberitakan CNBC, sebagaimana dikutip dari Pojoksatu.id, obat tersebut adalah obat flu terbaru dari Jepang. Setelah dikonsumsi pasien corona, dalam empat hari dinyatakan negatif alias sembuh.
Menurut laporan penyiaran negara bagian NHK Jepang, otoritas medis Cina telah mengklaim obat Jepang, Favipiravir yang mengobati jenis influenza baru ternyata efektif untuk pasien Covid-19.
Penggunaan Favipiravir menunjukkan hasil menggembirakan selama uji klinis yang dilakukan di Shenzen serta pusat penyebaran Covid-19, Wuhan. Hal itu disampaikan Zhang Xinmin, direktur Pusat Nasional Pengembangan Bioteknologi China.
“Ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan jelas efektif dalam perawatan,” kata Zhang kepada CNBC.
Pasien COVID-19 yang diobati dengan obat yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm di Shenzen dilaporkan mampu menyembuhkan pasien corona dalam waktu sekitar empat hari.
Sementara pasien yang tidak diberi Favipiravir butuh waktu 11 hari untuk sembuh.
Data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, virus corona telah menginfeksi lebih dari 200.000 orang secara global dengan lebih dari 8.000 kematian.
“Dari percobaan juga terungkap bahwa foto sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru menjadi sekitar 91 persen bagi pasien yang diberi obat Favipiravir. Sementara yang tidak menggunakan obat tersebut hanya membaik 62 persen. Direktur mengatakan obat itu sangat aman dan efeknya jelas, dan secara formal merekomendasikan penggunaan obat ini untuk mengatasi virus,” kata laporan NHK.
Laporan itu juga menyoroti fakta bahwa satu perusahaan China tertentu, yang telah melisensikan obat dari pengembang Jepangnya, mendapat persetujuan pemerintah sebulan yang lalu untuk memproduksi obat-obatan secara massal dan membantu menyelamatkan ribuan orang yang terinfeksi virus mematikan.
Namun, Tech Crunch menyebutkan bahwa obat ini tidak akan efektif mengobati pasien corona yang sudah parah. Terutama dalam kasus di mana virus telah berkembang biak dengan sangat pesat.
Sehingga efektifnya, pengobatan dengan Favipiravir dilakukan secepat mungkin, segera setelah terdeteksi untuk mengurangi dampak negtifnya.
Pasien dengan gejala sedang mungkin akan bermanfaat sangat besar, terutama ketika telah diumumkan terpapar.
Penelitian obat lain sedang dalam proses pengembangan tetapi belum ada antivirus khusus corona dibuat.
Sumber: riausky.com

إرسال تعليق for "Minum Favipiravir, Empat Hari Pasien Corona di China Sembuh"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat