zmedia

Mata Najwa Tayangkan Video Aksi Pembakaran dan Perusakan Halte Sarinah

NAFAZNEWS.COM - Tim Mata Najwa mengungkap fakta mengejutkan terkait aksi pembakaran halte di Sarinah yang terjadi saat aksi demonstrasi pada 8 Oktober 2020 lalu.

Demonstrasi tersebut dilakukan dalam rangka penolakan terhadap Undang Undang Cipta Kerja.

Dalam rekaman video yang ditayangkan Mata Najwa di tengah dialog Mata Najwa dengan tema: 'Unjuk Sumpah Anak Muda' yang ditayangkan Trans7, Rabu (28/10/2020) malam itu, tim media itu menghimpun sejumlah fakta-fakta baik dalam bentuk foto dan video yang menunjukkan ada sekelompok orang yang  memang diduga  melakukan pembakaran terhadap  halte yang disebutkan adalah Halte di Sarinah.

''Lewat keterbukaan data dan teknologi di era digital kita bisa menganalisa peristiwa. Salah satunya kita bisa menganalisa apa yang terjadi dibalik perusakan, pembakaran halte di Sarinah,'' ungkap Najwa sesaat sebelum menayangkan visualisasi video bertajuk '62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah' pada acara Mata Najwa.

Laporan ini, dikatakan dalam visualisasi itu disusun dengan menganalisis visual dari berbagai sumber terbuka.

Dalam video itu, tim Mata Najwa memperlihatkan hasil rekaman foto dan video yang menunjukkan pergerakan sejumlah orang sebagian besar berkostum hitam  di tengah aksi hingga terjadi kebakaran di salah satu Halte  tersebut.

''Kami juga memakai rekaman  CCTv dari lokasi kejadian yang bisa diakses publik. selain itu, kami juga mengumpulkan ratusan foto dan video yang tersebar di instagram, twitter, youtube dan tiktok,'' seperrti disampaikan dalam tayangan video itu.

Video yang ditayangkan Mata Najwa Tersebut sempat di tanggapi oleh Juru Bicara Kepresidenan, Fajroel Rachman yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi itu.

''Apabila memang ada bukti-bukti yang ditemukan oleh timnya Nana dari Mata Najwa, yang ditemukan Asfina, Bayu atau siapapun, kan kita merujuk pada apa yang dikatakan Menko Polhukam, yaitu Pak Mahfud MD,  bahwa beliau tidak akan membiarkan semua pelanggaran-pelanggaran itu terjadi,'' tanggap Fajroel.

''Apabila ditemukan, tolong semua bukti itu disampaikan kepada kepolisian atau dimintakan pertemuan dengan Menko Polhukam, Prof Mahfud MD. Kita ini sama-sama menjaga demokrasi konstitusional. Nana menjaganya, Asfina menjaganya, Bayu menjaganya. Kita semua menjaga demokrasi konstitusional,'' imbuh dia lagi.

Fajroel juga menggaransi, segala sesuatunya ada jalurnya dan dia meyakinkan bahwa setiap ada pelanggaran pasti akan menunjukkan sesuatu.

''Jadi tidak mungkin ada orang yang baik-baik saja, berdiri, menyampaikan pendapat. Lalu tiba-tiba kemudian di... Ini kita tidak zaman Orde Baru, ada orang sedang berdiri, menolong orang lain lalu ditembak. Tidak ada seperti itu,'' kilah Fajroel.

''Kita betul-betul, Presiden Joko Widodo itu, dengan komunikasi, blusukannya, dengan kesetiaannya kepada demokrasi, memungkinkan semuanya. Nana (Najwa,red)  kan orang hukum, Aku orang hukum, Asvina orang hukum, mari kita bawa kepada jalur hukum. Kita tegakkan hukum setegak-tegaknya,'' kata dia.

Penjelasan Fajroel tersebut juga didukung politisi Nasdem, Taufik Basari yang juga menjadi pembicara pada dialog itu.

Taufik mengharapkan sistem penegakan hukum berjalan. ''Ketika ada temuan-temuan, seperti temuan Narasi, agar disampaikan kepolisian, dan sudah, dan kita dari Komisi III  akan mengawal itu dan mempertanyakan bagaimana tindakan-tindakan selanjutnya. ''Kita ingin orang-orang yang terpampang di video itu harus dicari dan ditangkap,'' kata dia.

Sebagai klarifikasi atas temuannya,  Najwa mengungkapkan, tim Mata Najwa telah menyampaikan temuannya kepada pihak kepolisian. ''Semua bukti yang berhasil  kami kumpulkan kami serahkan kepada polisi kita tunggu, apakah ada tindaklanjut dari polisi,'' ungkap Najwa saat mengklarifikasi permintaan Fajroel.

Posting Komentar untuk "Mata Najwa Tayangkan Video Aksi Pembakaran dan Perusakan Halte Sarinah"