Saat Tidur, Paginya Wanita Ini Hamil, 45 Menit Kemudian Melahirkan

 

Ilustrasi

Perempuan asal Inggris bernama Emmalouise mengalami kejadian yang tak biasa dan mencengangkan. Pasalnya ketika dirinya bangun tidur, ia menemukan perutnya sudah terisi bayi secara tiba-tiba di pagi hari. Tanpa ada tanda dan gejala kehamilan, wanita ini hamil anak keduanya.


Pagi itu, 17 Juli tahun lalu, Emma mengingat dirinya tadi malam tidur dengan perut rata. Namun ketika terbangun, tampak tonjolan besar di perutnya secara tiba-tiba.


"Benjolan itu muncul secara tiba-tiba pada suatu pagi. Saya sudah bangun dan Anda tahu itu benjolan," ungkap Emmalouise dikutip dari keepo.me.


Benjolan yang tak pernah ada sebelumnya itu membuat perempuan muda berusia 19 tahun ini panik. Dia pun segera memanggil ibunya, Jackie Ford yang kemudian memanggil nenek Emma, Louise.


“Nanna (nenek) saya terus mengatakan itu pasti bayi, tetapi saya tidak berpikir siap untuk melahirkan,” lanjutnya.


Loise langsung menyupiri cucunya ke rumah sakit. Loise berlari ke dalam rumah sakit untuk memanggil bidan sementara cucunya disuruh menunggu di belakang kursi mobil untuk mendapatkan pertolongan.


''Pada saat saya masuk ke mobil kontraksi datang setiap dua menit dan kemudian air ketuban saya pecah. Kami baru saja parkir di luar rumah sakit dan nenek saya minta tunggu 5 menit. Saya tidak bisa menunggu lagi," jelasnya.


Emma akhirnya keburu melahirkan anak perempuannya itu di mobil ketika suster datang menolongnya. Kata Emma, neneknya tampak sangat terkejut. Untungnya ada kain besar yang dibawa neneknya sehingga ketika melahirkan, bayinya langsung dibedong. Hanya dengan jarak waktu 45 menit sejak perutnya membuncit di pagi hari, Ciara, anak keduanya itu pun lahir.


"Dengan Ciara saya sangat beruntung bahwa tidak ada yang salah dengannya. Pagi itu sangat gila. Saat bidan keluar dan berpikir bahwa saya akan melahirkan, tapi saya sudah melahirkan terlebih dahulu di mobil. Dia membuka pintu mobil dan Ciara sudah ada di sana. Saya sudah melahirkannya," ungkap dia lagi.


Para dokter yang melihat kejadian Emma tak bisa menjelaskan mengapa tidak ada tanda-tanda kehamilan. Dokter hanya bisa mengatakan kepada Emma bahwa bayinya mungkin duduk di punggung bawahnya dan itu adalah hal yang sangat umum.


Emma sama sekali tidak merasakan adanya kehadiran bayi di perutnya sebagaimana ibu hamil pada umumnya. Tidak mual, mengidam, atau merasakan tendangan bayi di dalam perutnya, semuanya terasa sangat normal.


Menstruasinya yang berhenti pun ia pikir hanya karena pil kontrasepsi yang dikonsumsinya. Namun Emma mengaku berat badannya bertambah, tampak jelas dengan gemuk pada bagian tubuh selain perut.


''Aku tidak punya benjolan. Saya telah menambah berat badan, tapi beratnya berada di seluruh tubuh saya, lebih banyak di lengan, kaki, dan wajah saya daripada di tempat lain. Perutku tidak pernah tumbuh," tambah Emmlouise.


Pasangannya, Sean menggambarkan peristiwa yang dialaminya sebagai “kecelakaan yang membahagiakan”. Kedua pasangan suami-istri ini berharap tidak mengalami ‘kejutan anak’ lagi. Kini, Emma telah menukar pil kontrasepsi dengan alat lainnya dan rutin melakukan tes kehamilan untuk berjaga-jaga.




sumber: rakyatku.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close