Tadinya Anti-Masker, TikToker Ini Baru Menyesal Setelah 3 Keluarganya Meninggal

NAFAZNEWS.COM - Banyak orang masih meremehkan virus corona Covid-19, sehingga tidak mau mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker. Bukannya malu, mereka malah mengunggah ke media sosial, salah satunya di TikTok.

Seperti Jada Woods, wanita asal Alabama, AS ini, sebelumnya menggunakan platform tersebut untuk mengekspresikan pemikirannya tentang penggunaan masker serta argumennya yang menyatakan, itu tidak diperlukan. Sampai, suatu ketika TikTokers ini mulai berubah pikiran.

Seperti dilansir dari unilad.co.uk, wanita muda itu memutuskan untuk memakai masker setelah kehilangan tiga anggota keluarganya karena Covid-19. Di salah satu video, Jada berbicara ke kamera dan berkata, Apakah hanya saya yang berpikir, kalau masker sebenarnya tidak diperlukan?

"Itu hanyalah perintah yang mengatakan, 'Masker diperlukan' saya kira itu hanya alasan dari pemerintah saja, entahlah," tutu dia di TikTok.

"Tapi akhir-akhir ini, saya lupa mengenakan masker ketika pergi ke toko, kemudian tertulis pesan, 'Masker diperlukan' dan itu membuat saya kesal,".

"Saya akan tetap masuk dan melihat apakah mereka mengizinkan saya masuk. Namun, tidak ada yang menegur saya, oleh karena itu sekarang saya tidak butuh masker lagi. Tidak ada seorang pun yang berkomentar tentang hal itu," tuturnya.

Tapi, pada sebuah video, terlihat Jada berlinang air mata dan memberi tahu pengikut TikToknya bahwa dia sedang dalam perjalanan ke pemakaman pamannya, dan menjelaskan keesokan harinya dia juga akan menghadiri pemakaman ayahnya. Beberapa minggu sebelum ayahnya meninggal, Jada mengatakan bahwa dirinya dan ayahnya sempat memancing bersama.

Wanita berusia 26 tahun itu menjelaskan lebih lanjut bahwa bibinya juga menderita virus tersebut, dan harus menggunakan ventilator. Jada juga sempat mengunggah video untuk memberi tahu orang-orang bahwa bibinya juga akhirnya meninggal.

Sebelumnya, TikToker ini juga sempat menerima banyak reaksi keras atas tindakannya yang meremehkan virus ini. Mengutip dari Daily Dot, seseorang berkomentar:


"Saya merasa seperti orang jahat, tapi saya tidak menemukan banyak empati di hati saya untuknya. Siapa yang tahu berapa banyak orang yang meninggal atas kesembronoannya sebelum akhirnya mempengaruhi dirinya secara pribadi? Sangat egois".

Dia pun mengubah pandangannya, dan sejak saat itu pula menghapus semua konten terkait anti-masker dan COVID dari akunnya.



Sumber: okezone.com

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close