Ternyata Menko Luhut Sudah Usulkan Calon Bos Perusahaan Mega Investasi pada Jokowi

 


NAFAZNEWS.COM -Nama-nama dewan pengawas untuk lembaga anyar pemerintah di sektor keuangan, Indonesia Investment Authority (INA) akan diumumkan pada pekan ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada pertemuan tahunan industri jasa keuangan akhir pekan lalu mengatakan nama-nama dewan pengawas telah disampaikan kepada dewan parlemen dan akan rampung pada minggu ini.


"Nama-nama untuk Dewan Pengawas sudah kita sampaikan kepada DPR dan kita harapkan selesai nanti minggu depan ini," kata Jokowi.


SWF disebut bertujuan menangkap peluang investasi dan solusi alternatif pembiayaan pembangunan di tanah air. Kehadiran SWF dapat meningkatkan foreign direct investment serta menurunkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).


Jokowi bahkan sempat berbicara dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani perihal kehadiran SWF. Dalam dua bulan ini, pemerintah menargetkan bisa meraup dana sekitar US$ 20 miliar atau setara Rp 280,5 triliun.


"Pemerintah juga akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp 15 triliun dan saham BUMN sebesar Rp 50 triliun," kata Jokowi

Jokowi pun telah berulang kali mengatakan pemerintah tidak hanya ingin keluar dari krisis yang saat ini dialami melainkan juga melakukan lompatan besar pasca krisis akibat pandemi.


"Antara lain dengan dibentuknya Indonesia Investment Authority. Ini adalah sebuah Sovereign Wealth Fund, yang semua negara memiliki dan kita baru saja memiliki," jelasnya.


Pada pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membocorkan calon chief executive officer (CEO) SWF. Kabarnya, pucuk tertinggi SWF itu akan diumumkan sendiri oleh Jokowi pada pekan ini.


"CEO SWF akan diumumkan Presiden Joko Widodo minggu depan," kata Luhut dalam sebuah diskusi akhir pekan lalu.


Luhut lantas kemudian merinci calon CEO SWF yang kemungkinan besar diisi oleh anak muda berusia 40 tahun. Sementara itu, dewan pengawas SWF akan diisi oleh para pejabat senior.


"Saya pikir CEO dikelola oleh anak muda berkisar 40 tahun. Kalau dewan pengawas [SWF] oleh senior, CEO oleh anak muda," katanya.


Luhut menegaskan, CEO SWF nantinya bukanlah orang biasa. Orang tersebut, kata eks Kepala Staf Kepresidenan itu, telah melalui berbagai penilaian yang dilakukan pemerintah.


Luhut mengakui, pemilihan CEO dilakukan secara terbuka dan dikonsultasikan dengan lima institusi besar yang ditunjuk sebagai penasehat SWF, di mana dua di antarnya yakni Abu Dhabi Investment Authority dan Japan Bank for International Cooperation.


"Sehingga kita dapat orang yang kredibel untuk lakukan tugas ini." jelasnya.




Sumber : CNBC Indonesia

Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close