OPM Siap Berunding, Bantah Terpojok Hingga Ngemis Minta Duit

 


NAFAZNEWS.COM -  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas penembakan prajurit TNI, Ginanjar Arianda.


Anggota Satgas Yonif R 400/BR itu tertembak saat kontak senjata dengan OPM di Kampung Mamba Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2) pukul 08. 00 WIT.


“Kami telah menerima laporan bahwa benar TPNPB Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Sabinus Waker bertanggung jawab atas penyerangan dan penembakan tersebut. Penyerangan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi yaitu O. Kogeya,” kata Sebby dalam rilisnya, seperti dilansir Cepos, Selasa (16/2).


Sebby menyadari eskalasi konflik perang antar pasukan TPNPB dan pasukan TNI – Polri di Papua semakin meningkat.


Sebby menegaskan perang yang dilakukan TPNPB tidak akan berhenti.


Karena itu, kata Sebby, pemerintah Indonesia perlu membuka diri dan bersedia untuk duduk di meja perundingan bersama pimpinan TPNPB dan semua elemen perjuangan guna mencari solusi.


“Itu satu solusi yang kami berikan, duduk bersama untuk mencari solusi. Namun untuk insiden penembakan kali ini kami nyatakan bahwa kami yang bertanggungjawab,” bebernya.


Sebby membantah bahwa Intan Jaya yang kini dijadikan lokasi peperangan merupakan home base kelompok TPNPB-OPM.


Sebby menolak anggapan bahwa Intan Jaya dijadikan markas perjuangan baru TPNPB, mengingat semua tempat ada penggeraknya.


Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas penembakan prajurit TNI, Ginanjar Arianda.


Anggota Satgas Yonif R 400/BR itu tertembak saat kontak senjata dengan OPM di Kampung Mamba Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2) pukul 08. 00 WIT.


“Kami telah menerima laporan bahwa benar TPNPB Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Sabinus Waker bertanggung jawab atas penyerangan dan penembakan tersebut. Penyerangan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi yaitu O. Kogeya,” kata Sebby dalam rilisnya, seperti dilansir Cepos, Selasa (16/2).


Sebby menyadari eskalasi konflik perang antar pasukan TPNPB dan pasukan TNI – Polri di Papua semakin meningkat.


Sebby menegaskan perang yang dilakukan TPNPB tidak akan berhenti.


Karena itu, kata Sebby, pemerintah Indonesia perlu membuka diri dan bersedia untuk duduk di meja perundingan bersama pimpinan TPNPB dan semua elemen perjuangan guna mencari solusi.


“Itu satu solusi yang kami berikan, duduk bersama untuk mencari solusi. Namun untuk insiden penembakan kali ini kami nyatakan bahwa kami yang bertanggungjawab,” bebernya.


Sebby membantah bahwa Intan Jaya yang kini dijadikan lokasi peperangan merupakan home base kelompok TPNPB-OPM.


Sebby menolak anggapan bahwa Intan Jaya dijadikan markas perjuangan baru TPNPB, mengingat semua tempat ada penggeraknya.


 


 


Sumber: Pojoksatu.id





Comment

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Previous Post Next Post
close