-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 


NAFAZNEWS.COM -  Tokoh Masyarakat Kabupaten Bintan, Yudi Iskandar berikan sedikit rezeki pada Saban (55) Warga Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan merupakan seorang pria yang hidup sebatang kara tanpa ada keluarga yang hidup dipinggir Desa dan tidak jauh dari derasnya ombak lautan. Minggu, (18/04). 


Sore yang cerah disaat menunggu waktu berbuka puasa saling berbagi itu indah. Hidup dalam kemiskinan di tengah Pandemi Corona yang kita tidak tahu kapan berakhirnya menjadi cobaan yang kini dihadapi Saban. Pria tersebut hidup sebatang kara dalam bangunan rumah yang reyot dan lapuk.


Meski tinggal di rumah selama ini, ia selalu tabah yang tidak bisa menikmati fasilitas seperti layaknya masyarakat yang menikmati aliran listrik penuh dengan penerangan di malam hari. 


Diketahui, Seharian Saban mengandalkan hasil dari nelayan yang ia dapatkan ketika turun ke laut demi kelangsungan hidup sebatang kara tanpa ada keluarga. Dia masih menangdalkan tungku yang menggunakan kayu bekas ataupun ranting kayu untuk menghasilkan api yang digunakan untuk memasak apa yang dia hasilkan dari laut. Dan jika ada lebih maka ia akan menjual hasil tangkapannya.


Meski hidup dalam kemiskinan Saban tidak membuat patah semangat dalam bertahan hidup dari hasil nelayan dan tetap berusaha hidup mandiri.


Saban menyampaikan ribuan terima kasih kepada Bapak Yudi Iskandar yang telah memberikan bantuan berupa sembako di tengah Pandemi Covid-19, disela sela waktu sambil menunggu berbuka puasa di bulan suci Ramadhan ini 1442 H.


"Saya mengucapkan ribuan terimakasih pada bapak Yudi Iskandar telah membantu dan memperhatikan keadaan saya, semoga apa yang di lakukan dapat menjadi berkah sehingga segala urusan bapak di lancarkan," ucapnya.


Disamping itu, Yudi Iskandar bersama Ketua RW salah satu Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan berupaya berbagi rezeki pada kesempatan ini untuk mengurangi beban yang di alami oleh Saban dengan berikan bantuan berupa sembako.


"Dalam menjalani kehidupan ini, selalulah sempatkan di setiap doa kita panjatkan kepada Allah, selipkan doa kebaikan baginya. Adapun kita rakyat kecil, suarakan selalu bahwa yang hak itu haq dan yang bathil itu bathil, yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Syiarkan setiap keburukan yang berpotensi menjalar menjadi teladan luas, agar terputus rantai arus keteladanan buruk yang akan menjadi tuntunan berat di yaumil qiamah," harap Yudi.


OPPY


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment