-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Cuplikan video Yahya Waloni meminta mengganti 'kursi Kristen' dengan 'kursi Islam'. (Zhinyal Islam)

NAFAZNEWS.COM - Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi sikap pendakwah Ustaz Yahya Waloni yang memprotes panitia ceramah lantaran memberinya tempat duduk 'Kristen' dan meminta mengganti kursi itu dengan 'kursi Islam'.


Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Kamis 15 April 2021, merasa kasihan dengan orang-orang yang mendengar ceramah Yahya Waloni.


"Hahahaha Kasihan orang banyak mendengar ceramah dari orang seperti ini," cuit Ferdinand Hutahaean.


Menurutnya, sikap Yahya Waloni yang menyebut istilah kursi Kristen dan kursi Islam saat ceramah tersebut seolah-olah benda mati bersalah dan punya agama.


"Benda matipun bersalah dan punya agama," ujar Ferdinand.


Ia pun merasa kasihan dengan iman jemaah yang menghadiri ceramah Ustaz Yahya Waloni.


"Kasihan nasib iman orang-orang yang hadir mendengar ceramah dari mulut orang seperti ini," tutur Ferdinand Hutahaean.


Diketahui, baru-baru ini sebuah video Ustaz Yahya Waloni tatkala sedang mengisi ceramah di suatu acara kembali beredar.


Video ceramah tersebut diunggah di kanal YouTube Zhinyal Islam, seperti dilihat pada Minggu 11 April 2021.


Dalam video berjudul 'Pesan Penting!! Ustadz Yahya Waloni Menjelang Ramadhan 2021' tersebut, Yahya Waloni tiba-tiba komplain ke panitia dan meminta agar tempat duduknya segera diganti.


Adapun hal itu ia lakukan lantaran ia menilai bahwa tempat duduk yang disediakan oleh panitia untuknya adalah 'kursi gereja'.


Oleh karena itu, Yahya meminta panitia acara tersebut agar segera menggantinya dengan kursi lain yang kemudian ia sebut sebagai 'kursi Islam'.


"Eh, supaya cepat saya ceramah, begini. Ini (sambil mengetuk-ngetuk meja) meja ini, kayu jati meja ini mahal ini. Ini kayu jati, yang buat ini (video dipotong/disensor). Angkat ini, kursi gereja ini. Ganti kursi Islam," tegasnya.


Tak lama kemudian, Yahya Waloni pun kembali duduk seusai panitia selesai mengganti kursi empuk berukirnya dengan sebuah kursi kayu biasa.


"Nah, ini baru kursi ceramah. Yang tadi itu kursi pemalas. Itu tadi kursi mau nikah. Itu, itu sana. Itu di gereja cocok, di masjid gak boleh," ujarnya.




sumber terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment