-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Ali Mochtar Ngabalin

NAFAZNEWS.COM - Ali Mochtar Ngabalin menyentil Abdullah Hehamahua soal ucapannya yang mengatakan bahwa Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI datang ke Presiden Jokowi seperti Nabi Musa mendatangi Firaun.


Ngabalin menyindir bahwa Nabi Musa merantau ke Madya selama sepuluh tahun dan kembali ke Mesir dengan Mukjizat.


Sementara, kata Ngabalin, Abdullah Hehamahua lari ke Malaysia dan kembali ke Indonesia sebagai 'teroris' yang mempengaruhi umat menjadi radikal.


"Nabi Musa merantau ke Madya, setelah 10 tahun kembali ke Mesir. Abdullah Hehamahua lari ke Malaisya setelah kembali ke Indonesia menyihir ummat menjadi radikal & ekstrim," cuit @AliNgabalinNew pada Jumat, 16 Maret 2021.


"Nabi Musa kembali ke Mesir dengan Mu'zizat sebagai Nabi, kamu kembali ke Indonesia sebagai 'TERORIS.' Ngaca dong pa'tua," lanjutnya.


Sebelumnya, Abdullah Hehamahua memang menyinggung soal pertemuan TP3 Laskar FPI dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada 9 Maret 2021 lalu.


Cerita tersebut disampaikan Abdullah Hehamahua dalam video bincang-bincang berjudul 'Penembakan FPI dan Habib Rizieq Balas Dendam 9 Naga Kekalahan Ahok?' yang disiarkan saluran YouTube USTADZ DEMOKRASI.


Dalam video itu, Abdullah Hehamahua mengatakan bahwa TP3 sepakat untuk menganggap pertemuan dengan Presiden Jokowi seperti Musa mendatangi Firaun.


"Kita (TP3) sepakat, kita datang seperti Musa datang ke Firaun,” ucapnya.


Namun, Abdullah buru-buru melanjutkan bahwa bukan berarti pihaknya menganggap Jokowi adalah Firaun.


“Tapi kita menempatkan posisi dia adalah penguasa seperti saat Firaun menjadi penguasa. Dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan kebenaran,” ujarnya.


Adapun soal pernyataan Ngabalin bahwa Abduah Hehamahua pernah lari ke Malaysia memang benar adanya.


Dilansir dari CNN Indonesia, Abdullah Hehamahua terpaksa hidup dalam pengasingan di Malaysia karena Tragedi dugaan pembantaian Tanjung Priok 1984


"Waktu itu saya diberi tahu sudah ada perintah tembak di tempat untuk saya oleh Panglima ABRI (alm.) L.B. Moerdani. Maka saya memutuskan pergi ke Malaysia dan baru kembali setelah reformasi," ujar Abdullah Hahamahua, dilansir dari artikel CNN yang terbut pada 21 Agustus 2021. 





sumber: terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment