-->

Type something and hit enter

author photo
By On

 

Tangkapan layar ketika Yahya Waloni menyuruh panitia segera mengganti kursinya yang ia sebut sebagai

NAFAZNEWS.COM - Pendakwah Yahya Waloni kembali membuat pernyataaan yang menyudutkan ajaran Agama Kristiani. Selain heboh karena mengganti kursi dengan 'kursi Islam', Yahya Waloni juga menyebut kursi Gereja itu kursi pemalas.


Dalam video viral yang beredar, terlihat Yahya Waloni tengah berada di podium dan memprotes tempat duduknya di tengah ceramah berlangsung.


Dalam video berjudul “Pesan Penting.!! Ustadz Yahya Waloni Menjelang Ramadhan 2021” yang dimuat di akun youtube YouTube Zhinyal Islam itu, Yahya Waloni mendadak meminta ke panitia untuk mengganti kursinya. 


Alasan pria mualaf itu meminta ganti kursi rupanya cukup aneh. Dia menyebut kursi yang dia duduki sebagai kursi gereja dan meminta kursi yang lain.


“Yesus tak ada hubungannya dengan Nabi Isa. Kita tidak boleh ganggu, itu Tuhannya Kristen, tapi Isa adalah Nabi kita,” ujar Yahya Waloni sebelum melayangkan komplain kepada panitia acara, melansir terkini.id pada Rabu 15 April 2021.


“Eh, supaya cepat saya ceramah. Meja ini, kayu jati meja ini. Mahal ini. Ini kayu jati. Angkat ini, kursi gereja ini. Ganti kursi Islam,” kata dia lagi.


Saat kursi tersebut diganti, Yahya Waloni pun dalam keadaan berdiri lantas bertanya kepada hadirin jamaah yang kebanyakan ibu-ibu.


“Bu, Bu, mau ceramah keras atau lembek? Panjang atau pendek?” tanya Yahya Waloni.


Para jamaah yang hadir lantas menjawab bahwa mereka suka ceramah yang keras serta panjang.


“Ah, keras, panjang lagi. Itulah orang Islam,” ucap Yahya Waloni.


Usai kursi diganti, Yahya Waloni kemudian kembali duduk. Kursi yang baru tersebut diganti dengan full kayu, sedangkan sebelumnya adalah kursi perpaduan antara busa dan kayu.


“Nah, ini baru kursi ceramah. Yang tadi itu kursi pemalas. Itu tadi kursi mau nikah. Itu di gereja cocok, di masjid gak boleh,” ujarnya lagi.


"Saya sudah lama pakai itu, malas," pungkasnya.





sumber: terkini.id

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment