![]() |
| Tengku Zul |
NAFAZNEWS.COM - Tengku Zulkarnain menanggapi soal tarawih cepat di daerah-daerah Pulau Jawa. Ia menyoroti ulama-ulama Nahdatul Ulama (NU) yang menurutnya diam saja soal itu.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini memang kembali viral video orang melakukan salat taraweh kilat.
Dalam video yang diunggah akun Twitter RD_4WR1212 pada Jumat, 23 April, nampak Tengku Zul menyinggung hal itu dalam sebuah ceramahnya.
"Di Jawa, 23 rakaat 10 menit. Masuk video juga, iya nggak? 23 rakaat salat taraweh, 10 menit di Jawa," katanya.
"Gimana caranya? Saya lihat itu, berulang-ulang saya lihat 'Alllahuakbar (lalu berkomat-kamit cepat menirukan) dhollin..'" tambahnya lagi, berulang kali menirukan bacaan taraweh cepat yang disambut tawa jemaah.
Tengku Zul lantas menyoroti bahwa ulama-ulama di Jawa, termasuk NU tidak bersuara soal praktik yang sudah berjalan bertahun-tahun itu.
Ia juga menyinggung agar hal seperti itu tidak terjadi di Sumatera, kampung halamannya.
"Dan yang paling menyedihkan, ulama-ulama di situ, puluhan tahun, diaaamm aja. Ulama-ulama NU di sekitar situ diaaaam aja. Nggak ada yang memprotesnya, nggak ada yang mengajarinya. Begituu aja udah bertahun-tahun," ujar Tengku Zul.
"Jangan terjadi di negeri kita ini, di Sumatera ini," tambahnya.
Selanjutnya, Tengku Zul pun menyinggung perbedaan orang Jawa dan Sumatera dalam memberi nasehat.
Menurutnya, orang Jawa cenderung takut dalam memberi nasehat sehingga tidak langsung pada intinya. Berbeda dengan orang Sumatera yang blak-blakan.
"Itulah baru saya tahu bedanya orang Jawa dengan orang Sumatera. Kalau orang Jawa tuh nasehati orang tuh, takut tersinggung. Jadi, muter sana, muter sini dulu," katanya.
Tengku Zul lalu menirukan perbedaan dialog antara Kiai di Jawa san ulama di Sumatera jika ada orang yang melaporkan soal salat taraweh kilat.
"Pak Kiai? 'Opo?' 'Nong masjid ngono salat taraweh rong pulu tellu rakaat iku, 10 menit selesai.' 'ya syukur, wes glang salat'," katanya menirukan orang Jawa.
"Begitu Jawa, kalau kita 'Ah? Apa kau bilang? 23 rakaat 10 menit? Gila kurasa itu.' Nah, itu orang Medab, iya nggak? 'Macam mana salat blebleble (menirukan bacaan cepat).' Ah, itu orang Medan. Kita orang Sumatera memang begitu. Kita nih, buka kulit nampak isi, betul nggak?" kata Tengku Zul lagi.
sumber terkini.id

Posting Komentar untuk "Tengku Zul Sindir Tarawih Kilat: Menyedihkan, Ulama-Ulama NU Diam Aja"
Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat