-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

 

Viktoria Pustovitova dan Alexander Kudlay, dari kota Kharkov terikat satu sama lain selama 123 hari, termasuk berganti pakaian dan pergi ke toilet, ternyata membebani pasangan muda itu.(SASHAPLUSVIKA via INSTAGRAM)


NAFAZNEWS.COM - Dua sejoli Ukraina yang memborgol diri mereka bersama pada Hari Valentine, sebagai cara untuk menguji hubungan mereka, akhirnya memilih melepaskan borgol dan berpisah setelah empat bulan terjebak bersama.

Melakukan segalanya sambil terikat satu sama lain, termasuk berganti pakaian dan pergi ke toilet, ternyata membebani pasangan muda itu setelah 123 hari.

Viktoria Pustovitova dan Alexander Kudlay, dari kota Kharkov, memotong rantai mereka pada Kamis (18/6/2021) di Kiev.

Proses itu dikelilingi oleh kamera. Mereka juga dibombardir dengan pertanyaan dari jurnalis nasional dan lokal.

Ternyata usaha keduanya tidak sia-sia.

Perwakilan dari National Records of Ukraine, Vitaly Zorin, menyatakan bahwa pasangan tersebut kini memiliki rekor paling banyak waktu diborgol ke orang lain.

Setelah rantai terlepas, perasaan keduanya yang tidak sabar untuk berpisah tergambar secara visual dari wajah Pustovitova dan Kudlay.

Selama upacara pemutusan rantai, keduanya mengungkapkan bahwa mereka sekarang ingin berkembang secara mandiri dan bahkan jauh dari satu sama lain.

Pustovitova bahkan akan pindah ke bagian negara yang sama sekali berbeda, dilaporkan oleh RT pada Jumat (18/6/2021).

Pustovitova mengungkapkan bahwa dia akan segera kembali ke “kehidupan yang penuh.” Dia pun berharap cerita ini akan menjadi “contoh yang bagus untuk semua pasangan di Ukraina.”

Menurut Kudlay, mereka tidak mengenal satu sama lain dengan baik sebelum mereka berkomitmen untuk “diikat.”

Pasangan Ukraina ini menyadari bahwa mereka memiliki “pandangan yang berbeda tentang kehidupan.”

“Sekarang kami telah meningkatkan komunikasi, kami saling mengenal secara menyeluruh. Dan akal sehat menyarankan bahwa baik Vika maupun saya tidak membutuhkan hubungan seperti itu. Itu hanya akan merugikan kita,” kata Kudlay.

Sekarang, pasangan Ukraina itu berencana untuk memasang rantai yang rusak untuk dilelang, dan mereka berharap dapat menghasilkan 3 juta hryvnia (110.000 dollar AS setara Rp 1,6 miliar).


sumber kompas.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment