-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On

NAFAZNEWS.COM - Direktur Eksekutif Timur Barat Research Center menganalisa, dia belum dapat memastikan elektabilitas Prabowo stagnan. Namun angka 21-24 persen tidak cukup menjanjikan.

Survei terakhir yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperlihatkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, masih berada di posisi teratas dibandingkan nama-nama lain yang belakangan muncul.

Dalam simulasi 42 nama capres, Prabowo mengantongi 21,5 persen.

Sementara dalam simulasi 15 nama capres, Prabowo unggul dengan 24,4 persen.

Namun di sisi lain, survei itu juga memperlihatkan bahwa sejauh ini elektabilitas Menteri Pertahanan itu cenderung tidak bergerak signifikan.

Menurut Direktur Eksekutif Timur Barat Research Center, Yohanes Romero, belum dapat dipastikan apakah elektabilitas Prabowo memang sudah stagnan.

Namun yang jelas, angka pada kisaran 21 sampai 24 persen itu tidak cukup menjanjikan.

"Apalagi apalagi tokoh-tokoh muda seperti Airlangga Hartarto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, namanya sudah ramai dibicarakan publik dan muncul dalam survei-survei capres 2024 oleh berbagai lembaga," ujar Yohanes.

Dia juga mengatakan, sejauh ini belum ada tanda-tanda signifikan yang memperlihatkan Prabowo berhasil merangkul segmen pemilih lain, selain pemilih loyal selama ini.


 
Namun untuk memastikan hal ini pun perlu ada survei khusus.

"Peluang Prabowo maju tentu sangat besar. Apalagi sepertinya sudah ada sinyal kuat dari PDI Perjuangan untuk berkoalisi dengan mengusung Prabowo dan Puan Maharani," katanya.

Menurutnya, kriteria yang paling pantas untuk menjadi pendamping Prabowo dimiliki oleh Puan Maharani.

Dia mengatakan, Prabowo harus berhati-hati dengan empat gubernur di Pulau Jawa, yakni Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan Khofifah Indar Parawansa.

Keempatnya memang tidak menang dengan suara di atas 70 persen.

Selain itu, kehebatan keempatnya masih sebatas mitos karena diuntungkan oleh kemajuan infrastruktur dan SDM di provinsi yang mereka pimpin, dibandingkan dengan di luar Pulau Jawa.

"Yang jelas keempat gubenur di Pulau Jawa ini sangat hebat dalam melakukan pencitraan," jelasnya.



sumber pojoksatu.id


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment