-->

Type something and hit enter

author photo
By On



NAFAZNEWS.COM — Seorang perempuan berusia 23 tahun asal negara bagian Tripura, India, telah ditemukan bunuh diri.


Tindakan bunuh diri tersebut dilakukannya pada 4 Mei di desa Betaga Sabroom setelah ia diarak berkeliling telanjang karena melakukan perselingkuhan.


Korban melakukan bunuh diri dengan meminum racun usai video perselingkuhannya tayang di layar lebar di pasar lokal pada 2 Mei 2021.


Sementara itu terdapat tujuh orang, termasuk di antaranya empat perempuan, ditangkap pada 7 Mei 2021 dan didakwa karena mendukung tindak bunuh diri.

Video yang ditayangkan di pasar itu pun disaksikan oleh beberapa penduduk setempat, dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari World of Buzz.


Para penduduk itu lantas mendatangi rumahnya dan melemparinya dengan sepatu.

Mereka juga memotong rambut perempuan itu dan mengikat tubuhnya sebelum diarak keliling desa dalam keadaan telanjang.


Korban kemudian pulang ke rumah, meminum racun, dan meninggal di tempat.


Setelah kematian perempuan itu, keluarganya mengajukan pengaduan terhadap beberapa orang tetangganya.


Keluarga korban juga menuduh warga setempat telah mendorong perempuan itu untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


Lembaga pengadilan kemudian melakukan proses Suo Motu berdasarkan laporan media dan pemberitahuan kepada sekretaris kepala negara.


Proses ini dilakukan guna meminta laporan lengkap mengenai insiden tersebut.


Suo Moto berasal dari istilah dalam Bahasa Latin yang terjadi ketika sebuah lembaga pemerintah mengambil alih suatu kasus.

Lembaga tersebut bisa jadi pengadilan atau kontrol otoritas pusat.


Saat ini, banyak pengadilan di India yang telah memulai proses hukumnya sendiri berdasarkan laporan media.


Selain itu juga didasarkan pada telegram, dan surat yang diterima oleh mereka yang dirugikan.

Kasus bunuh diri ini disebut oleh pengadilan sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang paling berat.


Pengadilan pun mendesak responden untuk mengajukan jawaban mereka dalam waktu 24 jam.


Pengadilan juga menginstruksikan pihak berwenang untuk mengirimkan rekaman video yang ditayangkan di pasar serta meminta keterangan dari anggota keluarga korban.


"Jika ada foto atau rekaman video yang tersedia dari insiden yang dituduhkan, hal yang sama harus dibuat di hadapan pengadilan," kata pengadilan. 



Sumber PikiranRakyat-Tasikmalaya.com


Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment