-->

Type something and hit enter

Editor On
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©Christopher Black/WHO/Handout via REUTERS



NAFAZNEWS.COM -  Kepala WHO menyampaikan pada Kamis, penyelidikan asal usul pandemi Covid-19 di China terhambat kurangnya data mentah hari-hari pertama penyebaran virus di negara tersebut dan mendesak China agar lebih transparan.

Tim yang dipimpin WHO bersama peneliti China menghabiskan empat pekan di kota Wuhan dan sekitarnya dan mengatakan dalam sebuah laporan bersama pada Maret bahwa virus kemungkinan ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Laporan tersebut juga menyebutkan teori virus berasal dari kebocoran laboratorium tidak memungkinkan, namun sejumlah negara seperti Amerika dan para ilmuwan tidak puas dengan hasil tersebut.

“Kami meminta China transparan dan terbuka dan kooperatif,” kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom dalam konferensi pers, dikutip dari South China Morning Post, Jumat (16/7).

“Kita berhutang pada jutaan orang yang menderita dan jutaan orang yang meninggal untuk mengetahui apa yang terjadi,” lanjutnya.

China menyebut teori kemungkinan virus berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan “absurd” dan berulang kali mengatakan “politisasi” isu ini akan menghambat penyelidikan.

Pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan Tedros akan memberikan pemaparan kepada 194 negara anggota terkait usulan penelitian asal usul virus fase kedua.

“Kami berharap untuk bekerja sama dengan timpalan China kami terkait proses itu,” jelasnya.

Menteri Keseharan Jerman, Jens Spahn, yang menggelar pembicaraan dengan Tedros pada Kamis, mendesak China mengizinkan penyelidikan asal usul virus corona berlanjut. Spahn juga mengatakan diperlukan lebih banyak informasi terkait hal ini. 


Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment