-->

Type something and hit enter

author photo
Editor On


NAFAZNEWS.COM - Di Provinsi Riau, buah durian (Durio zibethinus) menjadi menjadi kudapan favorit. Berbagai jenis jajanan dari olahan durian banyak ditemui di sejumlah gerai oleh-oleh di daerah itu. Ibu-ibu di daerah ini, memanfaatkan limbah biji durian untuk diolah menjadi keripik. Lantaran rasanya yang renyah dan gurih, cemilan ini banyak diminati pembeli.

Puluhan ibu-ibu di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, kurun waktu satu tahun ini, mulai antusias mengolah biji durian untuk dijadikan keripik. Dikemas apik dalam plastik, kemudian dipasarkan ke sejumlah gerai oleh-oleh. Sehingga bisa membantu nilai tambah ekonomi keluarga.

Ibu-ibu di daerah itu mengutip limbah biji durian secara gratis dari sejumlah pedagang durian. Kemudian, biji itu dibersihkan dan direbus air panas. Setelah itu, didinginkan.

Setelah melalui proses pendinginan, kulit biji durian dikupas. Lalu, daging biji durian berwarna putih itu, dipotong tipis- tipis, kemudian digoreng dalam wajan dengan minyak goreng mendidih. Selanjutnya, setelah selesai digoreng, keripik biji durian ditaburi garam dan bumbu penyedap rasa. Kemudian, dimasukan ke dalam kemasan.

Kepala Bidang Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata (PSDP), Dispar provinsi Riau, Ridho Adriansyah mengatakan, sejak awal tahun 2021 ini, produksi keripik biji durian mulai marak diproduksi di Siak, Riau. Kuliner tersebut  dipasarkan di beberapa gerai oleh-oleh dan pada iven atau acara-acara tertentu, harga perbungkus dijual 10 ribu rupiah.

"Hasil penjualan keripik biji durian bisa membantu nilai tambah ekonomi keluarga. Dinas Pariwisata provinsi Riau dan Dispar Siak, telah memberikan dukungan berupa pembinaan dan promosi. Beberapa waktu lalu, kami telah melatih bagaimana cara mengolah secara higienis, mengemas, dan bagaimana mempromosikan melaui media sosial," kata Ridho.

Ridho berujar, dukungan itu dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kreatifitas melalui digitalisasi usaha di masa era kebiasaan baru (New Normal).

"Para pelaku parekaf itu juga diberikan sosialisasi panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety  and  Environmental Sustainability (CHSE), panduan protokol kesehatan bagi masyarakat, dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," ujar Ridho. (mcr)



Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment