-->

Type something and hit enter

Editor On
Menko Luhut Binsar Pandjaitan bersama Presiden Joko widodo



NAFAZNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengaku sedih dengan banyaknya penghinaan dan kritikan yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi kritikan itu disampaikan dari orang-orang terpelajar atau memiliki intelektual tinggi.


"Saya pikir gak adil gitu. Saya sedih kalau yang mengkritik, menghina itu orang intelektual terpelajar. Sayang gitu," kata Luhut seperti dikutip dari akun Youtube Deddy Corbuzier, Selasa (6/7).


Luhut sendiri mengaku tidak sedang dalam kapasitas membela Presiden Jokowi dalam hal ini. Karena memang dia sendiri tidak sedang memiliki kepentingan apa-apa. Mengingat apa yang dia ingin semua sudah didapatkan.


"Saya apa sih kepentingan saya? Saya tidak mau ada apa-apa kok. Naik pangkat pangkat apa? Semua sudah saya dapat," tegas Luhut.


Mantan Menko Polhukam ini melanjutkan apa yang dilakukan dirinya saat ini hanya mengabdi kepada Republik Indonesia dengan segala talenta dan kesempatan diberikan Tuhan.


"Saya mau mewarisi kepada anak-anak muda supaya mereka lebih baik dari saya. Supaya mereka jangan ada pikiran pikiran jahat bekerja dengan hati jangan busuk hatinya gitu saja," tandasnya.


Seperti diketahui, belum lama ini viral kabar soal Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi lewat media sosial. Melalui sebuah poster bergambar Presiden Jokowi, BEM UI menuliskan sebuah kalimat yaitu Jokowi: The King of Lip Service.


Isi Kritik untuk JOkowi

Halo, UI dan Indonesia!


Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya. Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk "lip service" semata.


Berhenti membual, rakyat sudah mual!


Brigade UI 2021#BergerakProgresif


Tak ayal, unggahan tersebut membuat Rektorat Universitas Indonesia (UI) memanggil BEM UI. Pemanggilan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra pada 27 Juni 2021.


"Sehubungan dengan beredarnya poster yang dikeluarkan oleh BEM UI melalui akun medsos official BEM UI yang menggunakan foto Presiden RI, dengan ini kami memanggil saudara pada Minggu 27 Juni 2021 pada pukul 15.00 WIB. Pertemuan bertempat di ruang rapat Ditmawa lantai 1. Untuk menyampaikan keterangan dan penjelasan terkait narasi yang disampaikan melalui poster tersebut," demikian isi sudah surat pemanggilan tersebut.


Sumber: Merdeka.com

Berkomentarlah yang bijak dan bagikan jika bermanfaat

Click to comment